RADAR JOGJA – Kebijakan PPKM yang diperpanjang memengaruhi banyak tempat wisata, tidak terkecuali dengan Jogja Exotarium. Mini Zoo Exotarium di Dusun Duwet, Sendangadi, Mlati, Sleman melepaskan sejumlah satwanya seperti kuda, kura-kura, iguana, biri-biri, dan lainnya untuk mencari makan sendiri di kompleks kebun binatang. Binatang yang dilepas seperti kuda, kura-kura, iguana, biri-biri, dan lainnya.

Akbar Taruna, pemilik Jogja Exotarium menyebutkan, semenjak diberlakukannya PPKM dan tidak ada pengunjung, Jogja Exotarium mulai kehabisan dana untuk membiayai pakan satwa di sana.

Pihaknya kemudian memutuskan untuk melakukan aksi protes dengan melepas sebagian satwanya ke alam terbuka. Hal ini dilakukan agar pemerintah dan masyarakat umum paham, bahwa yang perlu diperhatikan tidak hanya manusia, tapi juga para satwa, khususnya di Jogja Exotarium

“Untuk menunjukkan kalau ternyata tempat wisata seperti kebun binatang juga butuh perhatian, butuh bantuan. Yang butuh bantuan tidak hanya manusia, tapi juga satwa,” jelasnya ketika ditemui Radar Jogja pada Rabu (4/8).

Untuk menambah pemasukan, Akbar telah melakukan berbagai upaya seperti membuka donasi hingga menjual aset-aset yang dimiliki. Ia berharap dengan aksi ini, pemerintah tidak lagi memperpanjang PPKM dan mengizinkan tempat wisata menerima pengunjung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya hanya berharap tolong jangan diperpanjang, wisata boleh dibuka, dan kami boleh menerima kunjungan dengan syarat prokes yang ketat dan mungkin menunjukkan kartu vaksinasi atau dengan swab antigen.” ujar Akbar.

Pelepasan satwa di lapangan terbuka sebelumnya sudah pernah dilakukan, namun hanya satwa-satwa seperti kuda, kambing, dan kelinci saja. Pelepasan tersebut dilakukan sebagai upaya penghematan biaya pakan satwa dan biaya operasional. (om3/sky)

Sleman