RADAR JOGJA – Para pemburu oksigen sangat terbantu dengan adanya gerakan sosial di Grand Pacific Hall. Terutama bagi yang keluarganya menjalani isolasi mandiri (isoman) Covid-19 di rumah. Sehingga membutuhkan oksigen sebagai tindakan medis.

Sri Topantini mengaku sangat terbantu dengan adanya program oksigen gratis. Sebelumnya perempuan berusia, 56, ini harus berburu ke semua tempat. Tak jarang harus pulang dengan tangan kosong karena stok oksigen telah habis.

“Alurnya mudah sekali, kemarin daftar langsung dikasih nomor terus ditanya KTP dan hasil swab yang sakit. Dimana-mana kosong, pusing aku, sudah muter. Kadang dapat tapi cepat habis, lalu cari lagi sudah kosong lagi,” jelasnya ditemui usai mengantri, Senin (2/8).

Oksigen, lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan lima keluarganya. Mulai dari keponakan hingga nenek. Beberapa telah muncul gejala sesak nafas.

Keluarganya memiliki stok 7 tabung oskigen. Hanya saja tidak bisa diisi seluruhnya di hari yang sama. Antrian hanya mengijinkan satu tabung setiap harinya.

“Oksigen ini untuk keluarga karena kena (terpapar Covid-19) semua, isoman semua. Ada 7 tabung, sehingga harus stok semua. Sudah sesak nafas,” kata warga Prawirodirjan Gondomanan Kota Jogja ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Amadea Nanda Wijaya, 18, warga Jogonalan, Madukismo, Kasihan Bantul ini sudah berburu ke beberapa tempat. Hingga akhirnya mengetahui informasi oksigen gratis dari selebaran yang beredar.

Dia mendaftarkan diri melalui nomor WhatsApp yang tersedia. Seluruh syarat dia penuhi. Mulai dari identitas hingga surat swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil positif Covid-19.

“Untuk satu orang, saudara. Kemarin ada nakes kebetulan terkena paparan Covid-19. Sudah muter-muter tapi habis. Sempat dapet tapi engga penuh, cuma setengah tabung itu,” ujarnya.

Amadea mengisi untuk tabung berkapasitas 1.500 liter. Penggunaan bisa mencapai 2 minggu dengan pemakaian normal. Ini karena saudaranya adalah pasien Covid-19 bergejala ringan.

“Ini sudah isoman di rumah, kemarin sempat di rumah sakit. Kapasitas 1.500 liter ini bisa untuk 2 mingguan,” katanya.(dwi/sky)

Sleman