RADAR JOGJA – Sebanyak 16 pelaku penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang dibekuk aparat kepolisian dari Polres Sleman. Dari jumlah itu, lima tersangka terjerat kasus sab, delapan orang kasus pil koplo, dua tersangka terjerat kasus tembakau gorila dan satu tersagka terjerat kasus ganja.

Kaur Bin Ops (KBO) Satnakoba Polres Sleman Iptu Farid M Noor menyebut, total ada sepuluh laporan pidana. Laporan tersebut selama awal Juni-15 Juli.

”Dari belasan tersangka, empat di antaranya, dilakukan pengamen,” jelasnya saat menggelar rilis di Mapolres Sleman, kemarin (27/7). Para pengamen yang ditangkap yakni, SBM, 28, asal Jetis, Bantul ; AN, 27, PS, 27 dan RAP, 22. ”Ketiganya ini asal Klaten, Jawa Tengah,” ungkapnya.

Mereka ditangkap 2 Juni lalu di wilayah Prambanan, Sleman. Setelah petugas Sat Narkoba Polres Sleman melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya penyalahgunaan obat keras, psikotropika.

Setelah ke empatnya ditangkap di Jalan Gempol Raya RT 002/RW 002, mereka dilakukan penggeledahan dan ditemukan sejumlah barang bukti, cukup banyak. Ada sembilan toples pil trihexyphenidyl, masing-masing toples berisi seribu butir. ”Totalnya, 9 ribu butir,” sebutnya.

Pil yang sama juga ditemukan dalam sebuah kaleng bekas roti. Berisi 100 buah plastik klip. Masing-masing klip berisi 10 butir. 141 butir pil alprazolam. Dan uang penjualan kedua pil ini sebesar Rp 2,78 juta.

Dijelaskan, obat-obatan terlarang ini mereka beli secara online. Lalu, diperjual belikan dengan sasaran mahasiswa maupun kelompok pengamen.

Akibat perbuatan terseut, mereka dijerat KUHP pasal 196, 197, pasal 60 ayat 2 dan 4, dan pasal 62. Dengan pidana paling lama 15 tahun atau sebanyak Rp 1,5 miliar.

Karena dimungkinkan peredaran ini dilakukan berjejaring, maka Polres terus melakukan pengembangan kasus. Dan ditemukan, kasus serupa oleh RA, 26, pekerja swasta asal Bantul.

Dari penelusuran tersebut, polisi kembali memnemukan barang bukti. 600 butir pil trihexyphenidyl. 88 butir pil alprazolam, ditambah 402 butir pil trihexyphenidyl juga disita dari saksi.
Selain itu, jelasnya, penyalahgunaan jenis sabu dilakukan oleh tersangka AS, dan EP, asal semarang.

Kanit II Satnarkoba Polres Sleman Ipda Sulistio Bimantoro menambahkan, dari total laporan kasus tersebut, lima kasus di antaranya tersangka sebagai pengguna. Sisanya, penjual. Dari kasus tersebut, terakhir penangkapan pada 19 Juli lalu di Jalan Tempel-Turi. Didapati 0,73 gram sabu dalam satu plastik klip. Lalu, 30 plaatik klip berisi sabu yang di simpan dalam bungkus bekas rokok. Totalnya, 15,14 gram. “Ada juga dua buah handphone yang digunakan untuk transaksi pembelian sabu,” katanya. (mel/bah)

Sleman