RADAR JOGJA – Ketua Satgas Oksigen Pemprov DIJ Tri Saktiyana memastikan kondisi kritis oksigen di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping telah terlampaui. Saat ini kiriman oksigen dari PT Samator Indonesia telah tiba. Sehingga ketersediaan liquid oxygen untuk oksigen sentral sudah terpenuhi.

Kekosongan oksigen cair di RS PKU Muhammadiyah Gamping terjadi hingga dini hari tadi tepatnya 03.00. Setelahnya dialihkan ke oksigen tabung sebagai cadangan. Hingga akhirnya kiriman oksigen cair tiba 11.00.

“Jadi ada sedikit hambatan teknis ternyata untuk tangki oksigen itu konektor atau yang untuk ngisi ke tangki PKU itu ternyata tidak sama. Sehingga harus dimodifikasi atau diberi semacam adaptor konektor sehingga memerlukan waktu,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (21/7).

Asisten Sekprov DIJ Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini mengakui kondisi ini bisa terus terjadi. Dalam kondisi darurat, kiriman oksigen cair bisa datang dari penyedia yang berbeda. Alhasil perlu penyesuaian alat penyambung dari mobil tangki ke penyimpanan oksigen sentral.

“Oksigennya sudah siap tapi ternyata truknya macam-macam gitu. Sekarang tidak hanya Samator tapi ada pinjaman dari mana itu, nah konektornya tidak sama. Kebetulan yang dikirim ke sana ada konektor yang perlu disesuikan,” katanya.

Krisis oksigen cari di RS PKU Muhammadiyah Gamping terjadi sejak Selasa malam (20/7). Berupa stok yang terus menipis. Batas waktu hingga habis adalah pukul 03.00 WIB.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faesol menuturkan, kapasitas tangki sentral mencapai 5,5 ton. Pasca habis, sempat menggunakan oksigen tabung sebagai cadangan. Penggunaan oksigen tabung setidaknya bisa mengulur waktu sebanyak 3 jam. “Benar sempat terjadi kondisi itu. Tapi ini tadi jam 11.00 sudah datang dari Samator,” ujarnya. (dwi/ila)

Sleman