RADAR JOGJA –Instruksi Mendagri mengenai PPKM Darurat yang berlangsung sejak Sabtu (3/7) sampai dengan Selasa (20/7) membuat berbagai aktivitas masyarakat terkendala. Salah satu yang berdampak dari adanya keputusan itu ialah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Selasa (20/7).

Banyak masjid yang memberlakukan lockdown sehingga penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di RPH-R (Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia) dan sesuai ketentuan yang berlaku di masa pandemi Covid-19.

Berangkat dari hal itu, Bumiku Hijau Farm sebagai penjual hewan kurban sekaligus menyediakan jasa pemotongan di Dukuh Gandok, Kecamatan Condongcatur. Bumiku Hijau Farm merupakan penyedia jasa dari perusahaan swasta yang pertama di DIJ.

Owner Bumiku Hijau Farm Bondan Danu Kusuma menjelaskan, RPH-R baru beroperasi tahun ini. Hal tersebut disebabkan karena masih adanya pandemi dan peraturan Pemerintah terkait PPKM Darurat.

“Selain itu, masih banyak konsumen bingung saat membeli Kambing di sini nyembelihnya di mana? terus nanti masjidnya juga masih lockdown. Akhirnya dalam waktu yang singkat ini kita mendadak bikin RPH,” ujarnya.

Bondan mengaku, pembuatan RPH bekerjasama dengan masyarakat sekitar Kelurahan Condongcatur. Mereka didaulat menjadi petugas pemotong hewan. Jumlah petugas ada sepuluh orang dan mereka yang dipilih merupakan orang-orang yang berprofesi serupa.

“Kita memanfaatkan teman-teman, apalagi karena corona dari sisi ekonominya yang berdampak. Dengan adanya Idul Adha ini, minimal mereka satu sampai empat hari ke depan ini, sampai tasyrik selesai, ada sedikit pemasukan untuk keluarganya,” jelasnya.

RPH yang dibuat sesuai dengan SOP yang berlaku, mulai dari ruangan hingga pakaian yang dikenakan petugas semuanya bersih. Alat yang digunakan untuk proses menguliti hewan kurban sudah menggunakan mesin, sehingga mempermudah petugas penyembelihan. Hal ini berlangsung efektif karena mampu mengurangi kerumunan orang dan menghemat tenaga. Harapannya agar daging yang dikonsumsi masyarakat itu bisa dimanfaatkan dengan layak.

Proses pemotongan hewan kurban dimulai dari pemotongan kepala di tempat yang sudah disiapkan untuk mencegah agar hewan tidak terlalu banyak bergerak. Kemudian digantukan pada mesin yang tersedia.

“Setelah dipotong terus kan diturunin lalu dilanjutkan dengan proses pengulitan. Itu terus dinaikkan digantung pakai mesin gitu. Mesinnya hanya untuk nggantung saja,” jelas Purnomo selaku petugas pemotongan hewan.

Total jumlah hewan yang siap disembelih ada sekitar 409 ekor domba, 60 ekor diselesaikan hari ini dan sisanya dipotong sampai selesainya hari tasrik atau tiga hari setelah Idul Adha. Dimungkinkan ada tambahan hewan yang disembelih hingga Jumat (23/7) mendatang.

Pengembangan dari ide ini adalah inovasi pengalengan daging kurban di tahun 2022. Bumiku Hijau Farm berinisiatif akan mengolah daging kurban yang dapat diawetkan dengan cara dikalengkan.

Sehingga bisa dikirim ke seluruh wilayah di Indonesia terutama bagi masyarakat yang membutuhkan, baik karena bencana alama atau wabah yang berkepanjangan. “Karena pemanfaatan dari hewan kurban, kan sebenarnya diberikan ke masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Bondan. (om2/sky)

Sleman