RADAR JOGJA – RSUP dr. Sardjito terus berupaya menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Kebutuhan paling mendesak adalah ketersediaan ruang ICU. Pasca lonjakan kasus, kondisi ketersediaan ruang kritikal ini terus menipis.

Memanfaatkan semua ruang, RSUP dr. Sardjito menyulap lantai 3 gedung parkir menjadi ruang ICU. Alih fungsi ini turut melibatkan Kementerian PUPR melalui PT. Waskita Karya. Rencananya ada sekitar 50 hingga 100 tempat tidur ICU.

“Salah satu lantai parkir kita di lantai 3 akan dibangunkan di Waskita Karya dalam waktu dekat ini untuk 50 sampai 100 tempat tidur ICU,” jelas Direktur Utama RSUP dr. Sardjito Eniarti usai peresmian shelter Covid-19 Mardliyyah Islamic Center (MIC) UGM, Jumat (16/7).

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, pihaknya harus bergerak cepat. Terlebih tren beberapa waktu belakangan, mayoritas pasien Covid-19 mendatangi RSUP dr Sardjito. Sehingga perlu antisipasi terhadap lonjakan pasien.

Penambahan kapasitas ICU sendiri juga atas permintaan Pemprov DIJ. Eniarti berharap penambahan ICU dapat segera terwujud. Sehingga kapasitas ICU bisa meningkat jadi 150 hingga 200 tempat tidur.

“ICU total ini ada di angka 100 tempat tidur. Dari data di Jogjakarta masih menbutuhkan ruang intensif. Tapi yang punya tidak hanya RSUP tapi hampir semua rumah sakit punya tempat intensif. Ya nanti bisa 150 sampai 200 ruang intensif termasuk tambahan dari Sardjito,” kata Eniarti.

Disisi lain, Eniarti berharap masyarakat melakukan pemeriksaan Covid-19 secara bertahap. Diawali dengan puskesmas, lalu rumah sakit wilayah. Langkah ini guna menghindari penumpukan di rumah sakit rujukan nasional.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP dr Sardjito, lanjutnya terfokus pada penanganan sedang hingga berat. Walau begitu pihaknya tidak bisa menolak jika ada pasien bergejala ringan. Namun efeknya adalah skala prioritas gejala menjadi pertimbangan utama.

“Saat periksa bertahap itu bisa terkonfirmasi kondisinya. Apakah butuh rujukan atau tidak. Jika tidak dan hanya gejala ringan bisa untuk berada di isolasi mandiri yang terpusat atau di rumah sakit lain,” ujar Direktur Utama RSUP dr. Sardjito Eniarti.

Untuk tenaga kesehatan di ICU, pihaknya telah berkoordinasi dengan FKKMK UGM. Terutama untuk melibatkan dokter-dokter residen dari UGM. Terakhir adalah perekrutan relawan keperawatan.

“Kami juga merekrut relawan keperawatan 390 orang untuk membantu teman-teman nakes yang ada di RSUP Dr Sardjito,” kata Eniarti. (dwi/sky)

Sleman