RADAR JOGJA – Direktur Utama RSUP dr Sardjito, Eniarti memastikan permasalahan kekurangan oksigen tak terulang kembali. Beragam langkah antisipasi telah dilakukan. Terutama berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Hasil terbaru adalah wacana penambahan 1 unit isotank berkapasitas 20 ton. Kedepannya tangki ini untuk menampung oksigen cair. Sebagai pemenuhan oksigen central ke seluruh pasien di RSUP dr Sardjito.

“Dirjen Kesehatan memperhatikan kita semua. Akan memberikan isotank berkapasitas 20 ton untuk penampung liquid oxygen. Tadi malam jam 03.00 juga dapat oksigen konsentrat ada sekitar 150 oksigen konsentrat,” jelas Eniarti ditemui usai aktivasi shelter Mardliyyah Islamic Center (MIC) UGM , Jumat (16/7).

Mantan Direktur Utama RSJ Prof. dr. Soerojo ini menuturkan saat ini RSUP dr Sardjito memiliki 2 tangki isotank. Total kapasitas keduanya mencapai 15 ton. Alhasil wacana penambahan isotank membuat kapasitas total menjadi 35 ton.

Terkait kebutuhan sehari-hari, diakuinya sangat tinggi. Pasca peningkatan kasus Covid-19, kebutuhan harian mencapai 8 ton hingga 10 ton. Sehingga pengisian oksigen harus berlangsung rutin.

“Kalau dapat isotank harapannya ada tambahan 20 ton sehingga ada sekitar 35 ton. Kebutuhan di angka 8 ton sampai 10 ton perhari,” kata Direktur Utama RSUP dr Sardjito, Eniarti.

Eniarti menegaskan permasalahan oksigen menjadi kendala umum. Ini karena seluruh rumah sakit hampir mengalami kondisi yang sama. Terutama sejak lonjakan kasus Covid-19 terjadi.

Sebagai antisipasi, pihaknya melakukan monitoring permenit. Setidaknya menghitung ketersediaan oksigen dengan masa habis. Sehingga pengisian telah berlangsung sebelum stok oksigen cair menipis.

“Pantauannya permenit, sebenarnya tidak hanya Sardjito tapi seluruh rumah sakit juga sama,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman