RADAR JOGJA – Belum diresmikan sebagai bangunan baru, Mardliyyah Islamic Center (MIC) UGM beralih fungsi menjadi shelter pasien Covid-19. Keputusan ini mendapat dukungan dari Rektor UGM Panut Mulyono. Pertimbangannya adalah penanganan dan antisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Rektor UGM Jogjakarta, Panut Mulyono berharap alih fungsi ini dapat membantu pemerintah. Terutama untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan. Sehingga ketersediaan tempat tidur tetap terjaga.

“Kita tahu sendiri banyak rumah sakit tidak lagi bisa menampung pasien. UGM terus berupaya melakukan usaha-usaha untuk bersama-sama meringankan beban rumah sakit terutama pasien Covid-19 saat mencari kamar,” jelas Panut Mulyono usai meninjau shelter MIC UGM, Jumat (16/7).

Bangunan yang berada di selatan RSUP dr Sardjito ini memiliki kapasitas 269 tempat tidur. Dalam pemanfaatannya, tidak semua tempat tidur digunakan. Ini karena setiap kamar memiliki 2 tempat tidur.

RSUP dr Sardjito ditunjuk sebagai pengampu rumah sakit. Perannya melakukan pengawasan medis terhadap pasien di shelter MIC UGM. Pemantauan pasien Covid-19 dilakukan rutin selama menjalani isolasi.

“Pasien yang bisa memanfaatkan fasilitas ini tidak terbatas pada civitas UGM, namun juga masyarakat umum yang dirujuk melalui fasilitas kesehatan,” kata Rektor UGM Jogjakarta Panut Mulyono.

Selain untuk pasien Covid-19, MIC UGM juga diperuntukkan bagi karyawan kesehatan RSUP dr Sardjito. Terutama yang bertugas di penanganan Covid-19. Sebagai wujud preventif penularan terhadap keluarga dan lingkungannya.

“Jadi kalau misal ragu pulang ke rumah karena kerjanya resiko bisa menginap disini. Atau kalau ada yang terpapar juga bisa disini,” ujar Panut Mulyono.

Direktur Utama RSUP dr Sardjito, Eniarti mengakui karyawannya berpotensi terpapar Covid-19. Menurutnya, wujud preventif penyediaan ruang isolasi bagi karyawan kesehatan sangatlah penting. Terutama bagi karyawan yang enggan pulang ke rumah.

“Tentu sangat bermanfaat, bisa untuk mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan pegawai RSUP dr Sardjito yang kesehariannya bermobilitas tinggi di rumah sakit dan rentan terpapar Covid-19,” kata Eniarti.

Disatu sisi, dia tak menampik ketersediaan tempat tidur terus menipis. Baik untuk kritikal maupun non kritikal. Kondisi ini terus terjadi seiring penambahan kasus Covid-19 setiap harinya.

Keberadaan MIC UGM, lanjutnya, dapat menampung pasien bergejala ringan. Sehingga tempat tidur pasien di RSUP dr Sardjito terfokus untuk pasien bergejala sedang dan berat. Khususnya yang membutuhkan tindakan medis intensif.

“Harapannya pasien ringan bisa ditangani di fasilitas isolasi mandiri yang terpusat seperti ini,” ujar Direktur Utama RSUP dr Sardjito, EniartiĀ .(dwi/sky)

Sleman