RADAR JOGJA – Minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sangatlah tinggi. Terbukti dengan antrian dan desakan di sejumlah pusat pelayanan kesehatan. Bahkan dalam beberapa postingan di media sosial, antrian mulai terjadi sejak dini hari.

Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memaklumi antusias para warga. Apalagi penambahan kasus Covid-19 di Jogja cenderung tinggi. Hanya saja dia meminta agar tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Saya kira ini antusias masyarakat. Jadi masyarakat paham bahwa kondisi di Jogja itu cukup mengkhawatirkan dengan penambah angka konfirmasi positif yang mendekati angka 3.000 (per hari),” jelas Kadarmanta Baskara Aji Rabu (14/7).

Aji menilai kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sudah meningkat. Tak hanya demi kesehatan pribadi tapi juga lingkungannya. Peningkatan terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota di Jogjakarta.

Terkait munculnya antrian, Aji mengakui adanya ketidakseimbangan. Jumlah warga yang datang tidak sebanding dengan tenaga kesehatan. Terlebih tugasnya telah terbagi untuk tetap melakukan tracing dan merawat pasien.

“Yang paling berat juga tenaga kesehatan yang vaksinasi. Walaupun sudah minta tolong TNI dan Polri tapi jumlahnya masih belum mencukupi karena mereka masih nyambi menangani pasien Covid di rumah sakit dan puskesmas,” kata Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini meminta puskesmas maupun rumah sakit memperbaiki skema antrian. Fokus utama adalah mengurangi kerumunan. Baik saat pengambilan nomor antrian maupun vaksinasi.

Untuk pengambilan nomor antrian, dia menyarankan sehari sebelumnya. Lalu membagi jadwal vaksinasi dalam beberapa kelompok. Agar proses vaksinasi tidak datang dalam waktu yang bersamaan.

“Sesuaikan saja kemampuannya sehari berapa, misalnya 300 orang. Maka bisa dibagi per 10 orang. Rombongan ini datang jam 8 pagi lalu setengah jam berikutnya nomor 11 sampai 200,” ujar Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Sleman