RADAR JOGJA – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Jogjakarta punya direktur utama (dirut) yang baru. Adalah dr Erniati yang kini mendapatkan tanggung jawab sebagai pimpinan anyar rumah sakit pemerintah itu.

Pergantian orang nomor satu di RSUP Dr Sadjito ini terjadi setelah pekan lalu RS tipe A itu kekurangan pasokan oksigen. Hingga berdampak meninggalnya 33 pasien Covid-19 rumah sakit tersebut saat stok oksigen habis. Kasus ini mendapat perhatian luas masyarakat.

Namun, pihak RSUP Dr Sardjito memberikan penjelasan terkait pergantian jabatan dirut ini. Pergantian dirut disebut tidak berkaitan dengan pasien meninggal usai oksigen sentral habis yang terjadi di RSUP Sardjito beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Hukum RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan mengatakan, pergantian jabatan ini merupakan hal yang lumrah. “Pergantian ini merupakan rotasi jabatan biasa dan itu hal lumrah di lingkungan Kementerian Kesehatan,” kata Banu ketika dikonfirmasi kemarin (12/7).

Jabatan dirut awalnya dipegang dr Rukmono Siswishanto. Rotasi ini membuat ia dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo Magelang dengan jabatan sebagai dirut. Rukmono baru dilantik pada April tahun lalu. Sedang Erniati sendiri sebelumnya dirut RSJ Prof Dr Soerjo Magelang. Keduanya hanya bertukar peran saja.

Dijelaskan Banu, pergantian jabatan itu hanya sekadar penyegaran organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan. “Hanya penyegaran saja,” tandasnya.
Meskipun begitu Banu mengakui, pergantian struktur organisasi di RSUP Dr Sardjito kali ini hanya dilakukan terhadap jabatan dirut. Sehingga, jabatan lainnya tidak ada yang berubah.

Erniati sudah dilantik sebagai dirut anyar RSUP Dr Sardjito kemarin (12/7) siang. Pelantikan dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, pelantikan dilakukan secara virtual. Menkes Budi Gunadi mengatakan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam penyegaran organisasi.

Ia mengingatkan organisasi yang dijalankan saat ini di lingkungan Kemenkes tengah menghadapi tekanan yang luar biasa karena adanya peningkatan dari penularan Covid-19. Menkes ingin tiga hal dipastikan, yakni pelayanan masyarakat, infrastruktur, dan pembinaan semua tenaga kesehatan.

“Titipan saya kepada para dirut rumah sakit vertikal yang ada di seluruh Indonesia, pastikan kita meluangkan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengantisipasi semua masalah yang mungkin terjadi. Dan, memberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap masyarakat di sekitar kita,” pesan menkes. (kur/mel/laz)

Sleman