RADAR JOGJA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan Jogjakarta masuk peringkat tiga tertinggi vaksinasi.Menurutnya, upaya percepatan vaksinasi oleh beberapa sektor berdampak positif. Sehingga capaian penerima vaksin dapat lebih merata.

Dia berharap agar program vaksinasi berlangsung konsisten. Disamping itu juga tetap melajukan edukasi tentang pentingnya vaksin. Baik oleh pemerintah setempat dengan keterlibatan TNI, Polri maupun pihak swasta. “Alhamdulillah Jogja juga sudah termasuk yang tinggi, seingat saya ketiga sesudah Bali dan DKI Jakarta. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan dari TNI dan Polri kita bisa cepat mengejar 70 persen dari populasi di Jogja sesegera mungkin divaksinasi,” jelasnya usai meninjau vaksinasi di Gedung Serba Guna Adisutjipto TNI AU, Kamis (8/7).

Bukan tanpa alasan program percepatan vaksinasi di Jogjakarta menjadi prioritas. Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, angka kasus di Jogjakarta tergolong tinggi. Adanya vaksinasi diharapkan mampu menekan angka paparan kritis terhadap pasien.

“Jogja daerah yang memang pandeminya lumayan tinggi naiknya. Jadi targetnya selain PPKM Mikro diperketat juga mempercepat vaksinasi,” katanya.

Vaksinasi massal di Gedung Serbaguna Adisutjipto TNI AU menyasar 1.460 warga. Mulai dari remaja hingga lansia di beberapa wilayah di Jogjakarta. Vaksin yang digunakan dalam vaksinasi adalah jenis sinovac.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memastikan program vaksinasi akan terus berlangsung. Target nasional adalah 1 juta vaksin perhari hingga akhir Juli. Target ini meningkat jadi 2 juta vaksin perhari pada Agustus 2021. “Seperti yang disampaikan bapak Menkes bahwa TNI dan Polri terus mendukung percepatan vaksinasi nasional dengan menyediakan tempat-tempat, gerai-gerai vaksinasi di wilayah,” ujarnya.

Tak cukup hanya itu, pihaknya juga menerjunkan personel kesehatan. Perannya untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 di setiap daerah. Upaya ini untuk membackup tenaga kesehatan yang mulai terpecah konsentrasinya.
Hadi menuturkan peran tenaga kesehatan sangatlah penting. Permasalahan muncul karena penanganan kasus Covid-19 dan vaksinasi berjalan beriringan. Alhasil perlu tambahan tenaga kesehatan agar tak saling tumpang tindih dan optimal.

“Dengan demikian tempat dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk tercapainya target tersebut. Jika ada yang mengusulkan tempat kami siap bantu,” katanya. (dwi/ila)

Sleman