RADAR JOGJA- Beberapa hari lalu, publik dikejutkan dengan kelangkaan tabung oksigen  medis di pasaran. Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti meminta pemerintah  Kabupaten Sleman agar memastikan ketersediaan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19  agar tidak  menimbulkan kepanikan masyarakat.

“Pertolongan pertama pada penderita covid dengan saturasi rendah adalah oksigen, ketika saturasi di bawah angka 95 artinya pasien harus mulai disiapkan oksigen sebagai pertolongan pertama.

Tapi faktanya, banyak pasien kehabisan oksigen saat isoman dirumah, selain itu ketersediaan oksigen di rumah sakit mulai menipis,”ucapnya.

Ani menjelaskan Produsen  oksigen ada di Kendal Jawa Tengah, sementara di Jogjakarta belum memiliki, sedangkan penduduk di Jawa Tengah sendiri sangat banyak.

Harapan besar, tempat Isolasi di Kalurahan menyediakan oksigen sebagai bantuan darurat saat ada warga yang membutuhkan melalui penganggaran dari Dana Darurat.

Dan Dana Darurat bisa dianggarkan untuk penanganan wabah Covid. Sesuai surat keputusan dari Kementerian Keuangan bernomor S-121/PK/2021 tentang penggunaan Dana Keistimewaan DIJ untuk Penanganan Covid.

“Setiap kalurahan diharapkan bisa menyediakan tabung oksigen dan isinya. Sehingga akan membantu masyarakat yg kekurangan oksigen, baik yang sedang isoman maupun yang dalam perjalanan ke rumah sakit, mengingat rumah sakit penuh,”harapnya. (sky)

Sleman