RADAR JOGJA – Gunung Merapi di perbatasan  Jogjakarta dan Jawa Tengah tiga kali meluncurkan awan panas guguran dari kubah lava sisi tengah pada pukul 04.42 WIB, Jumat (25/6). Pengamatan visual, luncuran awan panas guguran menuju arah tenggara sejauh 3 kilometer. Adapula kolom asap setinggi 1 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Benar muncul 3 awan panas guguran sejak pukul 04 42 WIB dini hari tadi. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 milimeter dan berdurasi 61 detik, 132 detik dan 245 detik,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/6).

Kemunculan awan panas guguran diikuti dengan hujan abu vulkanik. BPBD Sleman melaporkan hujan abu vulkanik terjadi Kapanewon Cangkringan. Tepatnya di Dusun Kalitengah Kalurahan Glagaharjo, Dusun Kaliadem Kalurahan Kepuharjo, Dusun Ngrangkah Kalurahan Umbulharjo dan Dusun Plosokerep Kalurahan Umbulharjo.

Terlaporkan pula hujan abu di Dusun Turgo Kalurahan Purwobinangun Pakem. BPBD Sleman juga menerima laporan, hujan abu vulkanik mencapai Sapuangin Klaten Jawa Tengah. Intensitas hujan abu cenderung tipis.

“Abu vulkanik dilaporkan sampai Sapuangin Klaten Jawa Tengah. Terbawa angin hingga kesana,” katanya.

Berdasarkan catatan BPPTKG Jogjakarta volume kubah lava Merapi sisi tengah mencapai 2,1 juta meter kubik. Sementara untuk volume kubah lava Merapi sisi barat daya mencapai 1,3 juta meter kubik.

“Pukul 07.33 WIB juga teramati awan panas guguran ke arah tenggara. Perkiraan jarak luncur mencapai 1 kilometer,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman