RADAR JOGJA – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogjakarta menutup sementara Candi Prambanan dari kunjungan wisatawan pada 23 Juni hingga 2 Juli 2021. Kebijakan ini sebagai langkah antisipasi penyebaran kasus Covid-19. Khususnya di wilayah destinasi wisata berbasis cagar budaya.

Kebijakan ini dikuatkan dengan turunnya Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Kebudayaan. Berbicara tentang imbauan bekerja dari rumah dan penutupan cagar budaya, museum dan galeri. Artinya tak hanya berlaku bagi wisatawan tapi juga pengurangan operasional lapangan.

“Benar ada kebijakan itu, kalau di Jogjakarta berlaku di 9 candi dan 2 situs lainnya yang berada dibawah naungan BPCB Jogjakarta,” jelas Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan dan Pemanfataan BPCB Jogjakarta Muhammad Taufik dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (24/6).

Kesembilan candi di Jogjakarta yang ditutup diantaranya Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sambisari, Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Ratuboko, dan Candi Kedulan. Sementara dua situs adalah Situs Ratu Boko dan Situs Warung Boto.

Kebijakan ini, lanjutnya, telah dikonsep secara matang. Terlebih potensi penyebaran dan penularan Covid-19 sangatlah tak terduga. Apabila tetap memaksakan operasional, maka upaya penanggulangan menjadi tak efektif.

“Jangan egois, karena bisa jadi keegoisan kita bisa berbahaya pada diri sendiri maupun orang lain. Kami mengajak semuanya tak hanya di lingkup BPCB untuk bersama menanggulangi sebaran Covid-19,” ajaknya.

Corporate Secretary Taman Wisata Candi (TWC) Emilia Eny Utari menambahkan penutupan berlaku di juga di wilayah Candi Borobudur. Ini karena kebijakan berlaku di seluruh wisata Cagar Budaya. Khususnya di lingkup zona I.

Eny menjelaskan walau zona I ditutup, namun wisatawan tetap bisa berkunjung ke zona II. Wilayah ini berada di ring luar dari kompleks utama candi. Berlaku di Candi Borobudur, Prambanan maupun Ratu Boko.

“Zona I merujuk zona utama candi yang dikelola BPCB memang tutup, sementara Zona II merupakan kompleks taman dan sarana pendukung lainnya yang dikelola PT.¬†TWC tetap bisa diakses,” ujarnya.

Walau begitu tetap ada pembatasan jumlah kunjungan. Acuannya adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Berupa pembatasan kunjungan wisatawan sebanyak 25 persen dari kapasitas maksimal. Dalam angka, setiap candi maksimal dikunjungi oleh 4.000 orang.

Berdasarkan data PT. TWC angka kunjungan wisatawan tak pernah menyentuh angka 25 persen. Rata-rata kunjungan mencapai 1.000 hingga 1.500 wisatawan perharinya. Kondisi ini hampir terjadi setiap harinya.

“Kami sudah punya sertifikat CHSE, pengunjung benar-benar kami cek suhunya, tetap jaga jarak saat didalam zona II. Prokes 5M benar-benar kami terapkan di lapangan,” katanya.(dwi/sky)

Sleman