RADAR JOGJA – Kampanye pemilihan lurah (pilur) tahun ini didorong melalui online. Aksi kampanye turun ke jalan, tidak diperkenankan. Kampanye online ini sebagai upaya pengendalian persebaran Covid-19 sekaligus menyongsong era digital.

“Kampanye biasanya dilakukan tiga hari menjelang hari h, kita dorong dioptimalkan melalui online,” ungkap Sekretaris Panitia Pemilihan Kalurahan (PPK) Tridadi, Sleman Johan Enri Kurniawan, Jumat(17/6). Pilur akan digelar pada 22 Agustus mendatang melalui sistem e-voting.

Untuk mencegah terjadinya konflik, sejak awal penetapan calon, maka akan disampaikan tata peraturan, kontestasi ini. Calon lurah akan dikumpulkan dan diminta menandatangani fakta bersama. Terkait kampanye damai dan santun.”Kampanye dengan mengumpulkan masa tidak kami sarankan. Melainkan sesuai dengan kapasitas ruangan, dan sesuai prokes masih bisa diperbolehkan,” ujarnya.

Kemudian, kampanye dapat dilakukan melalui akun pribadi. Dan nantinya, calon lurah akan dimintai data timsesnya, terkait akun kampanye tersebut.Disebutkan, proses pilur saat ini telah melalui tahapan penutupan pendaftaran, yang digelar sejak 7-17 Juni. Selanjutnya akan dilakukan tahapan penetapan bakal calon. Dikatakan, ada lima bakal calon lurah yang sudah mendaftarkan diri di Kalurahan Tridadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman Budiharjo menuturkan, kampanye dilaksanakan tiga hari mendekati hari h. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan kampanye dialogis. Kampanye dilakukan situasional, bila persebaran Cocid-19 masih tingga maka, kampanye akan didorong melalui sistem online, dengan media sosial. “Kami arahkan untuk kampanye daring,” kata dia.”Rekap data bakal calon, kemungkinan baru kita lakukan besok (hari ini, red),” ujarnya. (mel/pra)

Sleman