RADAR JOGJA – Sekitar 30 orang dari satu RT di Dusun Kendal, Bangunkerto, Turi, Sleman dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasus berawal dari salah satu anggota keluarga. Hingga akhirnya menyebar ke kalangan keluarga dan tetangga di dusun tersebut.

Plt Panewu Turi,  Subagyo menceritakan detail sebaran kasus. Awalnya satu warga merasakan gejala Covid-19. Lalu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Jelang PCR waktu menunggu dia tidak bilang-bilang sama tetangganya kemudian bersosialisasi kemudian merebaklah ke tetangga kanan-kiri. Sempat ikut kegiatan di kampung,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/6).

Dia memastikan kawasan tersebut telah menjadi zona merah sebaran Covid-19. Upaya tracing terhadap sebaran kasus berlangsung massif. Tercatat ada sekitar 200 warga yang menjalani tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) massal. Seluruhnya adalah kontak erat dari kasus-kasus sebelumnya.

“Untuk disebut klaster saya kira belumtapi kalau zona sudah merah. Swab massal pagi tadi, ini masih menunggu hasilnya,” katanya.

Subagyo meminta warga patuh dan disiplin prokes. Berkaca pada kasus sebelumnya, Covid-19 menyebar dari pasien yang tak patuh. Sempat mengikuti kegiatan kampung sambil menunggu hasil swab PCR.

Upaya tracing terfokus di kegiatan masyarakat. Khususnya yang sempat kontak erat dengan pasien awal. Hingga akhirnya bisa menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.

“Sementara aktivitas warga yang sudah diswab tidak boleh pergi-pergi dulu sebelum hasilnya keluar. Tracing masih jalan, lebih banyak ke tetangga kanan kiri karena ikut kegiatan sosial. Keterangan dari warga ikut gotong royong kegiatan di masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memastikan kasus di Dusun Kendal belum menjadi klaster. Ini karena upaya tracing masih berlangsung. Berupa uji swab PCR kepada kontak erat kasus awal.

Pihaknya belum bisa mengetahui awal mula kemunculan kasus. Termasuk sumber penularan awal. Hanya saja sebaran kasus berawal dari kegiatan masyarakat.

“Pola penularan tidak jelas maka swab massal, kasus awal hanya 1 tapi berkembang jadi 11 kasus. Lalu warga minta ditracing,” katanya.(dwi/sky)

Sleman