RADAR JOGJA – Ratusan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 muncul di Lapas Kelas II A Narkotika Jogjakarta. Tercatat saat ini terdapat 275 kasus Covid-19 di lapas tersebut. Dari total tersebut hanya  13 yang berstatus sebagai karyawan Lapas Narkotika.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman,  Joko Hastaryo menuturkan kemunculan kasus terjadi 6 Juni 2021. Berawal dari seorang sipir yang mengalami anosmia. Hingga akhirnya periksa kesehatan secara mandiri dan hasil terkonfirmasi positif Covid-19.

“Lapas narkotika awalnya 165 kasus, lalu Minggu sore (13/6) tambah 110 kasus. Total sekarang 275 kasus. Sebanyak 13 diantaranya karyawan lapas,” jelasnya ditemui di Shelter Covid-19 UII, Senin (14/6).

Joko menjelaskan  lapas tetap rentan terpapar Covid-19. Ini karena para sipir dan karyawan lapas tetap bermobilitas di luar tembok penjara. Lalu membaur dengan warga binaan saat berada di dalam tembok penjara.

Sosok kasus awal, lanjutnya, mengeluhkan sakit demam. Selain itu mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa. Kasus merembet ke sesama sipir hingga akhirnya meluas ke warga binaan.

“Kasus awal itu 4. Cepat menular karena sipir kerap kontak dengan warga binaan sehingga muncul gejala juga di warga binaan. Mulai dari anosmia dan demam,” katanya.

Penyebaran antar warga binaan cepat karena interaksi sangatlah erat. Terlebih warga binaan kerap beraktivitas bersama. Mulai dari tidur, makan hingga olahraga di kawasan lapas.

“Sebenarnya setiap institusi kami imbau seperti lapas, asrama itu sel terpisah tapi mungkin ada waktu bersama. Saat jam makan, olahraga dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Joko menambahkan upaya tracing terhadap kasus masih berlangsung. Berupa tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada penghuni lapas narkotika. Baik kepada warga binaan maupun karyawan lapas.

Pasca munculnya kasus, warga binaan dikumpulkan dalam 2 blok. Lokasi ini khusus bagi warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara untuk yang hasil swab PCR negatif mendiami 3 blok lainnya.

“Jadi 2 blok dipakai untuk isolasi dan 3 blok sementara untuk karantina. Tenaga kesehatan, dokter penanggungjawab dan klinik sudah ada didalam. Kerjasama dengan puskemas dan rumah sakit. Penyemprotan disinfektan sudah dilakukan setiap hari,” katanya.(dwi/sky)

Sleman