RADAR JOGJA – Mengobati kerinduan bagaimana menikmati musik melalui kaset, compact disc (CD) dan vinyl, Komunitas Jogja Record Store, kembali menggelar event record store day (RSD). Sebuah bazar rilisan fisik dan record inpendent. Acara tersebut sebagai salah satu perayaan hari internasioal recording yang jatuh pada 12 Juni.

Acara diikuti oleh 40 toko koleksi rilisan fisik dan Yang berasal dari Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Event diselenggarakan selama tiga hari di Jalan Nologaten, Balakosa Coffe 11-13 Juni 2021.

Perwakilan JRSD, Indra Menus mengatakan, RSD Jogjakarta sebuah peraayaan internasional tentang budaya rilisan fisik dan record store independent. Perayaan tersebut sebagai respon terhadap toko musik yang mulai tersisih. “Sekaligus sebagai usaha apresiasi penikmat musik terhadap benda,” terangnya ditemu Jumat (11/6).

Acara tersebut, untuk menikmati budaya toko kaset milik sendiri. Dimana,bisa mempertemukan antara penggemar artis dan penikmatnya kala itu.”Namun sekarang penghobi dan kelangkaan saja,” katanya.
Berbagai koleksi langka pun masih terawat dengan baik. Diantaranya seperti The Beatles, Bon Jovi, dan sejumlah band legenda tahun 90-an lainya masih ada.

Salah satu penjual Kipli menambahkan, benda-benda tersebut masih banyak diminati meski sekarang eranya digital. Karena berbeda dari rasa kepuasan dan seni, ketika memilikinya.

“Masih bisa dipegang masih bisa dipajang. Kalo digital cuma disimpen buat didengerin,” ungkap laki laki penggemar grup band Shagy Dog.
Kipli yang merupakan kolektor, juga kerap mendatangi label band lokal untuk memesan CD sebagai bentuk kecintaanya. ”Ada sensasi tersendiri memiliki benda-benda tersebut,” katanya. (cr1/bah)

Sleman