RADAR JOGJA – Suasana berbeda tampak di Pendapa Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman Kamis (10/6). Sejumlah Gamelan milik Kalurahan dikeluarkan, ditata rapi siap dipentaskan. Selanjutnya, gamelan-gamelan itupun dimainkan oleh belasan pengrawit dari Paguyuban Karawitan Ngesti Laras Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menuturkan Karawitan setiap Kamis Pahing Ini sengaja dilakukan sebagai pelengkap berbarengan dengan kewajiban para pegawai Pemerintah Kalurahan memakai pakaian tradisional Jawa.

Rencananya, Karawitan seperti ini akan rutin digelar setiap 35 hari (selapan) sekali, sesuai penanggalan Jawa. Berlangsung selama dua jam dari pukul 10.00 hingga 12.00 siang.

“Ini sesuai Peraturan Gubernur DIJ Nomor 75 Tahun 2016 tentang penggunaan pakaian tradisional Jawa Jogjakarta bagi pegawai pada hari tertentu di Daerah Istimewa Jogjakarta,” katanya ditemui di Kantornya Kamis (10/6).

Reno menambahkan, adanya karawaitan ini masyarakat dapat lebih mengenal salah satu budaya Jawa ini. Sehingga nantinya seni Karawitan mampu bertahan dan dikenal, bahkan disukai generasi muda.

Suasana tradisional seperti ini memang sengaja diciptakan khusus dihari Kamis Pahing. Supaya masyarakat yang sedang mengurus sesuatu atau berada di Kantor pelayanan dapat menikmati alunan gending-gending Jawa yang halus.

Dengan adanya Karawitan dihari Kamis Pahing ini, menyempurnakan suasana Jawa yang nyaman dan tentram. Sekaligus menginspirasi Kalurahan-Kalurahan lain dalam mendukung keistimewaan Jogjakarta.

“Sehingga istimewa rasanya, saat melihat masyarakat dilayani oleh Pamong secara khusus dengan mengenakan pakaian Jawa jangkep lengkap dengan blangkon dan keris,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Ngesti Laras Teguh Subroto mengaku sangat mendukung upaya Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam melestarikan kebudayaan jawa lewat kesenian. Sehingga paguyuban seni yang terdiri dari 25 anggota ini akan konsisten tampil setiap Kamis Pahing di Pendapa Kalurahan Condongcatur.

“Semoga suasana keistimewaan Jogjakarta dapat tersaji bagi masyarakat saat berkunjung di Kalurahan Condongcatur setiap Kamis Pahing,” ujar mantan Dukuh Pondok Condongcatur ini. (sce/naf/sky)

Sleman