RADAR JOGJA – Pasar tiban setiap Minggu pagi atau Sunmor (sunday morning) di komplek Universitas Gadjah Mada (UGM) masih belum dibuka. Meski pedagang mendorong UGM agar secepatnya membuka pasar tersebut. Hal ini lantaran masih tingginya jumlah kasus harian Covid-19 di Kabupaten Sleman.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Dr. Iva Ariani mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Sebagaimana Satgas Covid-19 mencatat, Sleman salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Indonesia yang hingga kini masih berzona merah. Dan saat ini didorong untuk segera melakukan perbaikan penanganan Covid-19.

“Demi keamanan dan keselamatan bersama, maka untuk saat ini aktivitas jual beli di Sunmor belum diizinkan dibuka. Karena persebaran masih terus terjadi,” ungkap Iva, Jumat (28/5).

Sekdir Direktorat Aset UGM, Edi Prasetyo menambahkan kebijakan tersebut disampaikan sekaligus menanggapai surat yang dilayangkan oleh Perkumpulan Pedagang Sunday Morning pada 20 Mei lalu. Dalam surat itu, pedagang menyampaikan permohonan mengaktifkan kembali Sunmor pada 23 Mei dan atau 30 Mei. Dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.
Lantas pada 25 Mei, UGM telah melayangakan surat balasan, berisi belum memberikan izin membuka kembali Sanmor sebagaimana alasan tadi. “Harapannya keputusan ini bisa dimaklumi dan diterima para pedagang,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Sleman. Kepala Plt Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan, masih perlu dilakukan evaluasi terkait pembukaan pasar tersebut. Disamping aturan penerapan prokes.

Selain itu, jelasnya juga perlu dilakukan penataan tempat atau lapak penjualan. Termasuk dilakukan rekayasa lalu lintas jalan. Sebab, Sunmor yang dilakukan di jalan itu dapat mengundang kerumunan. “Apakah dengan membatasi pengunjung, memberlakukan shif pedagang atau lainnya ini perlu diatur konsepnya,” ungkap dia di Kompleks Parasamya Pemkab Sleman, Senin (7/6).

Berdasarkan catatan kasus harian Covid-19 Kabupaten Sleman masih tinggi, hingga kemarin konfirmasi positif 37 kasus, sembuh dari positif 40 kasus. Meninggal terkonfirmasi positif 4 kasus. (mel/bah)

Sleman