RADAR JOGJA- Dalam rangka Dies Natalis ke-57 UNY, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (FBS UNY), sebanyak 32 dalang cilik menunjukkan kepiawaiannya memainkan wayang kullit, dengan lakon dari sejumlah cerita yang berasal dari kisah Mahabharata, Ramayana, dan Siklus Maespati yang digelar, Selasa (9/6) di Gedung Ki Nartosabdo, Laboratorium Karawitan FBS UNY.

Humas Festival Dalang Cilik X, Retno menuturkan, peserta Festival Dalang Cilik ini tidak hanya berasal dari DIJ  saja namun juga dari sejumlah daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ini adalah acara rutin UNY memperingati Dies Natalis dan sudah masuk tahun ke-10. Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 acara yang biasanya digelar secara luring, kali ini dikemas secara daring,”katanya.

Retno menambahkan, festival ini sempat tidak terselenggara tahun sebelumnya karena terkendala awal masa pandemi dan baru tahun ini dimulai kembali.

“Dengan festival wayang ini membuktikan  bahwa UNY berkomitmen menjaga pakem budaya adiluhung yang mampu mengembangkan aspek psikomotorik, kognitif dan afektif yang ada pada diri anak- anak,”jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Festival Dalang Cilik, Sukisno, menjelaskan, acara ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki bakat mendalang terutama wayang kulit.

“Banyak anak-anak yang punya bakat dan bibit unggul menjadi dalang. Baik dari sanggar-sanggar atau dari tempat lainnya yang rutin latihan.

Para dalang cilik dapat menjadi insan-insan yang nguri-nguri budaya sekaligus dapat menjadi dalang profesional.

Dunia pewayangan mengandung nilia- nilai pendidikan yang secara langsung dapat dipelajari serta dipahami oleh anak- anak. Mudah-mudahan wayang dapat lestari,”harapnya.(sky)

Sleman