RADAR JOGJA – Jumlah kunjungan di obyek wisata (obwis) Tebing Breksi, Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman mengalami kenaikan pasca-libur lebaran dua pekan ini. Apalagi saat weekend. Jumlah pengunjung tembus di atas seribu. Dan dibarengi dengan kenaikan kendaraan pelat luar DIJ.

“Yang kemarin-kemarin hanya pelat AB, kini pelat kendaraan Jawa Tengah meningkat,” ungkap Pengelola Tebing Breksi Suharno saat ditemui di kantornya, Minggu (6/6). Peningkatan ini terasa di minggu ke dua pasca lebaran. Peningkannya, sekitar 30 persen. Dari rata-rata pengunjung 800 orang saat weekend, Sabtu dan Minggu selama pandemi. Misalnya weekend, pada Sabtu Minggu (5/6). Jumlahnya mencapai 1.028. Kunjungan melonjak dari hari sebelumnya yang hanya mencapai 430 kunjungan. Dan kemarin siang, hingga pukul 13.30, jumlah kunjungan mencapai 513. Didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi berpelat AB dan AD. Minim pelat B.

Kantong parkir, khusus bus tampak longgar. Beberapa rombongan datang dari Wonosobo, ada pula kunjungan anak-anak sekolah dari luar DIJ. Meskipun, kunjungan weekend ada peningkatan, namun angkanya jauh dari target 50 persen kunjungan. Sebagaimana sebelumnya, Ketua Pengelola Tebing Breksi Kholiq Widiyanto menyebutkan, angka kunjungan di obwis tersebut jika normal bisa mencapai 5 ribu lebih kunjungan.

Meningkatnya kunjungan pelat luar ini, seiring dengan penyekatan yang mulai melonggar di perbatasan (provinsi, red). Dan pengunjung tidak harus melakukan rapid saat berwisata luar daerah. Asal menjalankan protokol kesehatan. Tetap mengenakan masker. “Kita sediakan 75 titik wastafel merata di seluruh obyek wisata ini. Mulai dari pintu masuk dekat loket, hingga di atas tebing,” ungkap Suharno.

Terkait pengunjung rombongan, salah satunya diminta mengkondisikan. Mengarahkan atau memberikan teguran kepada kelompoknya untuk tetap mengingatkan prokes. Apalagi pengunjung rombongan yang membawa bus. “Misal banyak yang enggak bawa masker ya tanggungjawab dari salah satu koordinator rombongan tersebut,” katanya.

Pihaknya tetap memberikan masker gratis pada pengunjung saat melintasi lokasi tiket. Bagi pengunjung yang membawa masker tetapi tidak dipakai tetap ditegur. Nah, sebelum masuk ke obwis juga dilakukan cek suhu badan. Untuk mengantisipasi persebaran Covid-19, yang sewaktu-waktu bisa terjadi. “Mulai melonggar, ya tantangan juga bagi pengelola. Tapi upaya-upaya itu tetap kami lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, berwisata ke Sleman diperbolehkan. Asalkan persyaratan prokes dipenuhi. Baik pengunjung ataupun pengelola harus penuh kesadaran, benar-benar menerapkan prokes. “Hal ini demi kenyamanan dan keamanan bersama,” katanya. (mel/pra)

Sleman