RADAR JOGJA- Pariwisata berbasis olahraga (Sport Tourism) yang digadang gadang menjadi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk membangkitkan ekonomi di tengah pandemi covid -19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Sandiaga Uno mempromosikan Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman sekaligus  menyosialisasikan lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Selain Pentingsari, Menparekraf dijadwalkan menyambangi 8 desa wisata  yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Kunjungan ini untuk memotivasi desa-desa lainnya agar ikut mendaftar dan berkompetisi menjadikan daerah mereka sebagai Pariwisata Berkelas Dunia.

Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun ini mengusung 7 kategori meliputi CHSE, desa digital, souvenir, daya tarik wisata, konten kreatif, homestay, dan toilet. Kategori tersebut dipilih dengan harapan mampu mendorong desa wisata berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas.

Sandi menuturkan, Jogjakarta banyak tempat yang bisa dijadikan kawasan sport tourism, seperti bersepeda, triatlon, lari, renang, golf, dan paralayang serta beberapa jenis olahraga lain yang dapat digabungkan dengan pariwisata.

“Desa wisata bisa menjadi simbol dan semangat kebangkitan ekonomi nasional,” tuturnya, Sabtu (5/6).

Sandi menganggap wisata  Jogjakarta bisa populer karena alam yang indah, warga ramah, dan kuliner murah meriah. “Kita harus memberi regulasi dan pendampingan agar desa pentingsari berkelanjutan,” ucapnya.

“Desa wisata Pentingsari akan menjadi contoh dan inspirasi desa wisata yang lain karena tata kelola yang baik dan melibatkan masyarakat. Berkeadilan karena semua terlibat,”tuturnya.

Terkait kejadian nuthuk harga ke wisatawan, Sandi menganggap perbuatan tersebut menjadi satu kegiatan yang mencoreng kegiatan wisata di suatu daerah. “Kita akan tindak tegas dengan konsep reward dan punishment,” katanya.

“Pariwisata yang berkelanjutan dan berkah jika wisatawan yang puas dan nyaman. Kalau diketok dengan biaya yang tidak masuk akal akan tidak kembali dan menjadi buah bibir kepada yang lain, jangan ke situ,” jelasnya.

Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro mengatakan, pihaknya turut berpartisipasi dalam ajang ini untuk memperoleh database nasional sekaligus memotivasi  desa wisata  yang lain.

Eksis selama lebih dari 13 tahun, sederet prestasi telah diraih diantaranya Indonesia Suistainable Tourism Awards 2017, dan 100 top destinasi pariwisata berkelanjutan di dunia versi Global Green Destinastions Days 2019.

“Harapan kami setidaknya 100 desa wisata di DIJ akan ikut mendaftar di ajang penganugerahan tahun ini,” katanya. (sky)

Sleman