RADAR JOGJA – Peredaran narkoba jaringan internasional berhasil dibekuk Kepolisian Resor Sleman, pertengahan Mei lalu. Empat pelaku diamankan di Mapolres Sleman, Kamis (3/6). Sebanyak 4,012 kilogram (kg) sabu dan dua senjata pistol disita.

Penangkapan terhadap pengedar terjadi di Sragen, Jawa Tengah. Sat Narkoba Polres Sleman mendapatkan informasi adanya peredaran sabu skala Internasional yang didatangkan dari Tiongkok, melalui Malaysia, Kalimantan dan ke Jawa. Kemudian sampai di Sragen, 16 Mei. Sekitar pukul 12.00 dua kurir laki-laki warga Malang, inisial MA, 32, dan RYA, 28, ditangkap. Pada pukul 13.00 di lokasi berbeda, seorang pria WDP, 26, juga berhasil dibekuk petugas. Tepatnya di Dusun Ingasrejo, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mensinyalir ketiga kurir itu diperintahkan untuk mengirim sabu ke wilayah Jawa Tengah – DIJ, oleh FH yang diduga oknum polisi asal Malang. Salnjutnya, pada 18 Mei sekitar pukul 16.00, FH, 42, ditangkap petugas di Jalan Diponegoro 309, RT 03, RW 011, Lawang, Lawang, Malang, Jawa Timur.

“Dari tangan WDP kami dapatkan 4 kg lebih sabu dan tiga buah alat hisap/bong. Ditemukan juga dua pistol saat penggeledahan di rumah pelaku,” ungkap Anton saat ungkap kasus di Mapolres Sleman, Kamis (3/6).

Barang bukti lainnya, disita dari RYA, berupa sebuah kompor sabu, sebuah pipet kaca berisi sisa sabu, tiga bungkus plastik klip, handphone (hp) pelaku. Dari FH barang bukti yang disita berupa satu plastik klip berisi sisa sabu, lalu buku tabungan ATM BCA atas nama Ayu Wulandari dua korek api gas dan hp. Lalu ada juga senjata airgun dan dann senjata diduga rakitan berbentuk pistol.

Dari hasil penyelidikan, masing-masing pelaku dijanjikan uang imbalan senilai Rp 25 juta. Jika diuangkan, 4 Kg lebih sabu itu senilai Rp 4,8 miliar. Setiap 1 gr sabu senilai Rp 1,2 juta. “Terkait dugaan keterlibatan anggota polri sebagai pelaku, maka kalau iya akan didalami,” ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Roni Prasadana menambahkan, saat ini pihaknya belum melakukan pendalaman kasus lebih lanjut. Pendalaman baru sebatas perbuatan pelaku. Belum mengarah pada profesi. Kendati begitu pihaknya telah bekerjasama dengan tim provos untuk berkaitan dengan status oknum pelaku tersebut. “Provos sudah kami libatkan masih di dalam propam mungkin nanti hal-hal ini akan di ekspos oleh pimpinan kami,” ungkapnya
Atas perbuatannya, mereka terancam pidana seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Kemudian denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga. Pasal 114 ayat dua UU penyalahgunaan narkoba. Juga pasal berlapis lainnya, Pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2 dan pasal 127 ayat 1 a. (mel/bah)

Sleman