RADAR JOGJA – Stok darah di UPTD Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman belum mampu mencukupi permintaaan kebutuhan darah di Sleman. Selama 2021 ini, PMI Sleman masih andalkan pasokan darah dari luar. Hal itu disebabkan minimnya pendonor.

“Kamu masih datangkan dari Kota Jogja, Purworejo maupun Magelang,” ungkap Ketua PMI Sleman Sunartono di Kantornya, Rabu (2/6).
Misalnya saja Januari lalu, pihaknya mendatangkan darah dari luar Sleman sebanyak 144 kantong. Pada Februari, sebanyak 126 kantong. Maret ada 129 kantong. Permintaan di April, sempat menurun, hanya 57 kantong.

Mei lalu, jelasnya permintaan kembali meningkat dan mengalami kesulitan pendonor. Sehingga harus mendatangkan darah dari luar sebanyak 82 kantong. ”Adapun stok darah yang paling sulit dicari adalah golongan darah AB dan A,” terangnya.

Dijelaskan, banyaknya suplai darah dari luar Sleman ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kebutuhan darah di Rumah Sakit (RS) Kabupaten Sleman ini terus meningkat. Kemudian bebarengan dengan program vaksinasi Covid-19. Yang mana peserta vaksinasi tidak masuk kriteria atau persyaratan sebagai pendonor darah. Kecuali, mereka yang sudah menyelesaikan vaksin. “Setelah dua minggu vaksin kedua,” ujarnya.

Hal ini berpengaruh pada menyusutnya pendonor. Terlebih saat proses vaksinasi berlangsung. Dan pemberian vaksin dosis dua yang sebelumnya berselang dua minggu menjadi empat minggu karena ketersediaan vaksin yang harus menunggu suplai dari pusat. Berati butuh 1,5 bulan untuk bisa mendonorkan darahnya. Di tambah lagi, kondisi pandemi ini menyebabkan aksi jemput bola donor darah (mobiling) terbatas.

Krisis darah juga dialami PMI Sleman selama dua pekan. Sebelum dan sesudah Lebaran. Setiap harinya, hanya lima sampai sepuluh kantong darah. ”Dari target per hari 75 kantong dan target per bulan, 1.200 kantong,” terangnya.

Upaya menarik pendonor imbuh Humas PMI Sleman Subardi, juga sudah dilakukan. Di antaranya dengan memberikan reward oleh penggerak ataupun relawan kapanewon. Seperti halnya di wilayah Tempel, kegiatan donor darah yang diselenggarakan belum lama ini, bekerjasama dengan tukang cukur rambut. “Untuk pendonor pria disediakan cukur rambut gratis,” ungkapnya. (mel/bah)

Sleman