RADAR JOGJA- Peningkatan ekonomi terus didorong meski dalam situasi pandemi Covid-19. Lurah Sendangtirto Sardjono mengungkapkan meskipun dana desa banyak dialihkan untuk penanganan pandemi, pihaknya mengupayakan program peningkatan ekonomi terus berjalan.

Berbagai pembangunan yang telah dilakukan akan terus dilengkapi untuk pengembangan desa wisata yang nantinya berdampak bagi perekonomian masyarakat. “Dana desa diperuntukkan penanganan Covid-19. Kami selalu memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga yang terpapar,” jelasnya.

Namun, ada anggaran yang disisihkan agar program kesehatan lain tidak diabaikan, salah satunya program pencegahan stunting. Untuk membantu mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi, pihaknya terus menggelontorkan bantuan. “Bantuan langsung tunai dari dana desa untuk 285 kepala keluarga dapat menerima manfaat dengan baik. Selama setahun menerima per bulan Rp 300 ribu per kepala keluarga,” jelasnya.

TERUS: Berbagai pembangunan yang telah dilakukan akan terus dilengkapi untuk pengembangan desa wisata yang nantinya berdampak bagi perekonomian masyarakat. (Dokumentasi KALURAHAN SENDANGTIRTO)

Sebelumnya, pihaknya telah mendapatkan bantuan yang digunakan untuk irigasi. Di antaranya di Padukuhan Sendang dan Minggiran. ”Dengan adanya pembangunan irigasi sangat manfaat untuk petani,” jelasnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, kebutuhan irigasi masih kurang terutama saat musim kemarau. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan pembangunan embung. “Embung dibuat yang pertama untuk mengairi sawah pertanian. Kedua baru untuk wisata rekreasi. Pohon-pohon seperti gayam ringin tetap dilestarikan,” jelasnya.

BANTU: Pemerintah Kalurahan Sendangtirto membantu modal untuk Bumdes sebesar 200juta/ tahun. Berbagai program pembinaan UMKM pun dilakukan. Pelatihan-pelatihan di tiap kluster, mulai dari kerajinan, kuliner, sampai busana tidak pernah sepi. (Dokumentasi KALURAHAN SENDANGTIRTO)

Selain itu, pemerintah Kalurahan Sendangtirto membantu modal untuk Bumdes sebesar 200juta/ tahun. Berbagai program pembinaan UMKM pun dilakukan. Pelatihan-pelatihan di tiap kluster, mulai dari kerajinan, kuliner, sampai busana tidak pernah sepi. Masyarakat selalu antusias mengikuti. Nantinya akan ada lapak UMKM di tiap destinasi wisata.

“UMKM kami bina dan kami buatkan lapak-lapak. Kami tegaskan lapak-lapak bukan untuk semua keluarga pamong kelurahan tetapi untuk siapa saja warga Sendangtirto yang berhak. Nanti yang menentukan dari pokdarwis bukan dari saya. Setelah embung jadi, kampung koi jadi, UMKM bisa maju dan berkembang,” jelasnya. (sce/asa/ila)

Sleman