RADAR JOGJA – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 di Kabupaten Sleman segera dibuka. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini calon peserta didik baru wajib membuat akun untuk mendapatkan token dan password, guna melanjutkan pendaftaran PPDB secara online.

“Pembuatan akun dibuka pada 17-23 Juni. Bagi yang kesulitan bisa hubungi SMP terdekat,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana, Senin (31/5).

Setelah mendapatkan token dan password, peserta dapat mendaftarkan sendiri secara online, sesuai dengan jalur pilihan. Sama seperti tahun sebelumnya, PPDB dibagi menjadi empat jalur, jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua dan jalur prestasi.

Jalur zonasi terbagi menjadi Zonasi radius, berjarak 300 sampai 600 meter dari sekolah. Tetapi tetap mengacu pada peta wilayah dan kepadatan penduduk di sekitar sekolah. Bila tempat tinggal sesuai dengan KK dan dalam radius tersebut, secara otomatis dapat di terima ke sekolah.

Sedangkan zonasi wilayah dibagi menjadi zona I dan zona II. Zona I, kalurahan yang berdekatan dengan sekolah. Sementara kalurahan di luar zona I tetapi masih dalam lingkup Kabupaten Sleman, masuk zona II. ”Nah, kalau zona III itu di luar kabupaten,” terangnya.

Dijelaskan, jalur zonasi ini kuotanya minimal 50 persen, jalur afirmasi 15 persen. Rinciannya, untuk KK miskin 12 persen dan anak berkebutuhan khusus (ABK) 3 persen dari daya tampung sekolah. KK miskin yang dimaksud, harus diterbitkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sleman sehingga masuk database. “Yang rentan miskin tidak. Hanya yang miskin,” tegasnya.

Kemudian untuk ABK, harus lulus psikologi. Bisa melalui tes psikologi dari Puskesmas terdekat. Lalu Jalur afirmasi atau siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah, kuotanya 20 persen. Jika lebih dari itu, maka akan diseleksi.

Semenatara jalur pindah tugas orang tua maksimal 5 persen. Terakhir, jalur prestasi maksimal 30 persen. Dimana 25 persen harus KK Sleman dan 5 persen KK di luar Sleman. ”Kalau jalur afirmasi, pindah tugas orangtua dan prestasi tidak terpenuhi, nanti kuotanya masuk ke jalur zonasi,” terangnya.
Ery memprediksi kuota PPDB tahun ini bakalan terpenuhi. Berdasarkan data daya tampung, SMP negeri sebanyak 7.904 siswa dan SMP swasta 6.112 siswa, sehingga totalnya, 14.116 siswa.

”Lulusan tahun ini sekitar 16 ribu, estimasinya masih 2 ribuan yang bisa ditampung di madrasah dengan kuota 4.176 siswa,” jelasnya.
Disebutkan, pendaftaran akan dimulai pada 22 dan 23 Juni. Kemudian dilanjutkan daftar ulang sampai 24 Juni pukul 10.00. ”Anak yang diterima dan tidak mendaftar ulang dianggap gugur,” terangnya.

Salah seorang wali murid SD Fatia Ratna, mengungkapkan sistem zonasi kali ini dengan mencantumkan akun dinilai lebih optimal dibandingkan tahun lalu. Karena dengan sistem data maka akan memudahkan dalam pendaftaran. ”Sekaligus mencari sekolah sesuai pilihan berdasarkan jalur masing-masing,” terangnya. (mel/bah)

Sleman