RADAR JOGJA – Pelestari budaya masa lalu menjaga eksistensi warisan lelulur. Seperti yang dilakukan, komunitas Keris Lar Gangsir mengadakan pameran tombak pada 29 Mei-29 Juli 2021. Pameran diselenggarakan di Omah Dhuwung, Wukisari Cangkringan, Sleman.

Ketua komunitas Lar Gangsir, Nilo Suseno mengatakan, tosan aji menjadi wisata edukasi bagi masyarakat. Yang merupakan benda pusaka tradisional. Sebanyak 150 Tosan Aji berupa tombak dipamerkan. ”Tujuannya mengenalkan kepada seluruh elemen masyarakat,” ungka Nilo ditemui di pelataran Omah Dhuwung, Senin (31/5).

Dijelaskan secara umum benda pusaka diciptakan tidak hanya sebagai senjata, tapi juga sebagai sifat bagi pemiliknya. Yaitu sesuatu yang dapat membangkitkan keberanian, keyakinan bagi pemilik Tosan Aji tersebut. ”Namun seiring pergeseran waktu, benda menjadi koleksi indah penuh makna,” tambanya.

Peggiat Tosan Aji sekaligus penyelenggara acara, Taufiq Hermawan menjelaskan pada acara kali itu mengangkat tema Ujung Tombak Sebagai Cultural Movement.

Menurutnya ujung tombak merupakan lestari pameran yang mencoba merekam jejak ragam dalam bentuk dari tombak Nusantara. ”Ini merupakan cikal sejarah peradaban,” katanya.

Dia pun berpesan kepada masyarakat untuk melestarikan warisan benda budaya tersebut. Masyarakat, khususnya generasi muda semakin menyadari kekayaan warisan leluhur yang tinggi nilai. Sehingga, muncul rasa cinta kebanggaan terhadap bangsa yang kaya akan warisan peninggalan.

Salah satu pengunjung sekaligus kolektor berasal dari Kasihan Bantul, Ganjar Anggono mengatakan sudah lama mengetahui Omah Keris. Dia pun mengaku senang dengan event budaya, terutama warisan benda budaya. “Kebetulan saya menyukai juga memiliki beberapa keris dari warisan dan mahar dari teman,” terangnya.(Cr1/bah)

Sleman