RADAR JOGJA – Tim Puskemas Ngemplak I melakukan tracing tahap ketiga di Dusun Nglempong. Tindakan ini sebagai respon atas munculnya 39 kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah tersebut. Tepatnya dari hasil tracing kedua dari munculnya 12 kasus awal.

Kepala UPT Puskesmas Ngemplak I Seruni Anggraini Susila memastikan tahapan ini sudah berlangsung. Pasca Tracing diikuti dengan tes kesehatan kepada hasil tracing kontak erat. Sementara untuk metode masih dalam pembahasan.

“Tracing ketiga masih dalam proses, mereka kontak dengan siapa saja. Apakah nanti swab, dilihat lagi. Kalau ternyata jarak kontak sudah lebih dari tujuh hari memang yang terbaik memang swab PCR,” jelasnya ditemui di Kantor Kalurahan Umbulmartani Kapanewon Ngemplak, Jumat (28/5).

Sayangnya tindakan medis ini tidak berjalan optimal. Penyebabnya tim Satgas Covid-19 Nglempong ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Alhasil kinerja tim sedikit terganggu.

Guna mengatasi permasalahan ini, Seruni turut melibatkan tim Satgas Covid-19 dusun tetangga. Dia berharap kinerja tim tracing tetap bisa berjalan. Agar pelacakan sebaran Covid-19 berlangsung optimal.

“Sayang sekali memang beberapa satgas yang aktif di masyarakat pun ada yang terpapar. Sehingga tim kami di lapangan agak sedikit jomplang sehingga kami memberdayakan dari padukuhan di sekitar untuk membantu penuh,” katanya.

Tracing mobilitas masih berlangsung hingga saat ini. Guna memastikan tak ada sebaran kasus Covid-19 hingga luar wilayah Dusun Nglempong. Seruni meminta warga tetap menjalani isolasi mandiri. Termasuk warga yang terkonfirmasi negatif Covid-19.

“Sejak ditemukan mulai itu sudah mulai pengetatan terutama yang satu rumah langsung dengan yang positif ini sudah langsung dikarantina di rumah. Sekarang tinggal memastikan karena hasilnya positif sebelum mereka karantina itu kemana saja, itu yang harus kami gali sampai tuntas,” ujarnya.
Lurah Umbulmartani Irwanto telah menerbitkan surat. Isinya adalah pembatasan kegiatan sosial di wilayah Dusun Nglempong. Termasuk kegiatan peribadahan di rumah ibadah.

Kebijakan ini berlaku mulai hari ini, diawali dengan peniadaan salat jumat berjamaah. Irwanto belum bisa memastikan jangka waktu penerapan. Acuannya adalah kondisi perkembangan Covid-19 di dusun Nglempong.

“Sudah mengeluarkan surat tadi juga dari Kapanewon terkait dengan kegiatan keagamaan di Nglempong sementara kami tiadakan. Apalagi tracing masih berlanjut, semoga tidak ada penambahan kasus lagi,” katanya.(dwi/sky)

Sleman