RADAR JOGJA – Tiga warga Dusun Nglempong terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami saturasi kadar oksigen dalam darah secara drastis. Alhasil ketiganya dirujuk ke unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Hermina untuk penanganan medis. Kadar oksigen ketiganya mencapai dibawah 95 persen.

Kepala UPT Puskesmas Ngemplak I Seruni Anggraini Susila menuturkan ketiga pasien mengalami penurunan kondisi kesehatan secara cepat. Pada awalnya ketiganya hanya bergejala ringan. Hingga pada malam harinya kondisi kesehatan menurun dan terjadi penurunan kadar oksigen dalam darah.

“Ada 3 warga yang akhirnya tidak bisa kami evakuasi ke rusunawa Gemawang karena saturasi dibawah 95 persen. Sehingga kami putuskan ke RS Hermina. Langsung ke UGD RS Hermina,” jelasnya ditemui di sela-sela proses evakuasi warga Dusun Nglempong, Jumat (28/5).

Ketiga pasien, lanjutnya, memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Satu pasien tergolong lanjut usia. Sementara 2 pasien lainnya adalah pasangan suami istri. Memiliki riwayat penyakit diabetes.

“Untuk suami istri ini usia 46 dan 50 tahun dan ada riwayat diabetes. Sejak kemarin mulai lemas lalu pemeriksaan hari ini saturasi sudah dibawah 95 persen semua,” katanya.

Evakuasi medis ke RS Hermina ini tentu mengubah data semula. Awalnya tercatat ada 32 warga yang dievakuasi ke rusunawa Gemawang. Semuanya menjalani isolasi pasca terkonfirmasi positif Covid-19.

Seruni menuturkan ada warga yang memiliki bertahan di kediamannya. Satu warga memilih tinggal karena harus merawat lansia di rumah. Sementara satu warga lainnya merawat anaknya yang berusia 10 tahun.

“Jadi yang ke rusunawa total 26 warga. Yang anak itu karena ayah ibu dan kakaknya positif, lalu ibunya memilih untuk tinggal. Yang memilih isolasi mandiri ini tanpa gejala,” ujarnya.

Tindakan evakuasi ke rusunawa Gemawang ini diambil setelah muncul 39 kasus baru. Merupakan hasil tracing dari 13 kasus awal. Sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah ini mencapai 52 kasus.

Berdasarkan data, mayoritas warga adalah pasien Covid-19 asimptomatik atau tanpa gejala. Sebagian kecil memiliki gejala ringan yaitu kehilangan indera penciuman dan perasa. Warga yang tidak ke rusunawa Gemawang menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

“Untuk evakuasi ke rusunawa Gemawang tadi menggunakan 6 armada dari BPBD Sleman. Mulai dari ambulan dan kendaraan truk. Lalu untuk yang ke rumah sakit dibawa pakai ambulan Puskemas Ngemplak I dan kendaraan dari BPBD Sleman,” katanya.

Untuk saat ini timnya masih melakukan tracing kontak erat. Data sementara menyebutkan ada sekitar 20 warga yang sempat kontak erat dengan 39 kasus kedua. Ada kemungkinan bertambah karena tracing masih berlangsung.

“Kalau tidak sampai ratusan akan swab di Puskemas Ngemplak I. Saat ini kontak erat belum sampai 20 orang. Itu masih satu rumah dan tetangga. Berharap warga jujur agar tracingnya cepat,” ujarnya.

Panewu Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih mengaku telah menerbitkan surat imbauan. Agar warga tidak melakukan kegiatan sosial selama masa isolasi mandiri. Termasuk kegiatan peribadahan secara berjamaah.

Kebijakan ini guna memutus mata rantai penularan Covid-19. Walau negatif Covid-19, warga tetap wajib menjalani isolasi mandiri. Membatasi aktivitas dan tetap patuh protokol kesehatan.

“Besok kami juga akan dekontaminasi untuk wilayah RT 1 dan RT 2. Setelah itu tidak ada lockdown tapi kegiatan sosial tetap dibatasi. Minimal sampai selesai masa isolasi atau 14 hari,” katanya.(dwi/sky)

Sleman