RADAR JOGJA – Dusun Ngemplong atau DusunNgemplak II, Umbulmartani Kapanewon Ngemplak terpaksa menjalani mikro lockdown. Penyebabnya ada 11 warga yang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Seluruhnya berasal dari 2 keluarga yang menghuni dusun tersebut.

Panewu Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih memastikan penanganan berlangsung cepat. Tindakan awal berupa tracing kontak erat kasus. Khususnya kepada warga RT 1 dan RT 2 di Dusun Ngemplak II.

“Lockdown selama 5 hari. Total kasus di dusun Ngemplong atau Ngemplak II itu ada 11 kasus. Terdiri dari 2 orang di RT 1 dan 9 orang di RT 2. Masih klaster keluarga tapi di kedua RT ini tak ada hubungan keluarga atau kontak sosial,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/5).

Sebaran kasus di kampung tersebut berada di 2 keluarga. Untuk RT 1 terdapat 1 keluarga sementara di RT 2 terdapat 4 keluarga. Seluruhnya telah menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

“Semuanya melakukan isolasi mandiri tapi tetap dipantau oleh petugas dari Puskesmas. Lalu untuk kebutuhan keseharian juga dibantu warga dan pengurus RW,” katanya.

Berdasarkan penelusuran, ada 2 sumber penularan. Dugaan pertama adalah pelaku perjalanan jarak jauh. Tepatnya perjalanan dari daerah Jawa Barat.

Penelurusan kedua mengarah pada aktivitas warga. Wahyu menuturkan warga sempat menggelar kegiatan ibadah menjelang hari raya Idul Fitri. Kerumunan juga terjadi saat perayaan Idul Fitri.

“Dari masjid, kataman Quran hari Minggu makan prasmanan. Lalu salat ied dan lebaran saling kunjung rumah kerumah, melanggar prokes,” ujarnya.

Kebijakan lockdown mikro berlangsung hingga 30 Mei. Seluruh aktivitas di dusun ini dibatasi secara ketat. Baik untuk aktivitas masuk maupun keluar kampung. Akses masuk dan keluar juga berlaku 1 pintu.

Untuk kebutuhan pangan ada keterlibatan RT dan RW. Selain itu juga memberikan surat rekomendasi libur bekerja dan sekolah. Tujuannya agar seluruh warga menjalani isolasi mandiri secara patuh dan disiplin.

“Besok Kamis (27/5) ada tes rapid antigen dan PCR untuk seluruh warga Ngemplong tanpa kecuali. Untuk melacak secara cepat sehingga sebaran Covid-19 bisa ditekan,” katanya. (dwi/sky)

Sleman