RADAR JOGJA – Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman jumlah guru pensiun SMP Negeri mencapai 118 orang. Sementara guru pensiun di tingkat SD Negeri ada 154 orang. Kendati begitu, kebutuhan guru di Kabupaten Sleman berlebih meski ratusan guru pensiun tahun ini.
“Dari 118 guru SMP itu, empat di antaranya meninggal dunia. Dan satu berstatus guru bantu (BT),” ungkap Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana di temui Radar Jogja, Rabu (19/5).

Pada 2021, pihaknya telah mengusulkan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) untuk mengisi kekurangan guru SD maupun SMP. Disebutkan, kebutuhan guru SD ada 2.548 orang. 1.951 di antaranya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara kekurangannya ada 595 orang.

Dari kekurangan itu, pihaknya telah memiliki pekerja harian lepas (PHL) sebanyak 138 orang. P3K 63 orang, tenaga honorer (GTT) kategori-2 (K2) sebanyak 11 orang. Sehingga kalau ditotal kekurangan guru PNS itu ada 381 orang. “Tetapi sudah dipenuhi dengan K2,” terangnya.

Nah, pada rekrutmen P3K dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) 2021 ini, usulan formasi yang diajukan masih sekitar 800 an dari usulan pertama sebanyak 1.100an guru SD dan SMP. Namun sebanyak 300 sekian sudah dapatkan surat keterangan (SK) di tahun 2021 awal.
“Kalau formasi besok usulan dipenuhi, kekurangan guru pensiun tercukupi.

Malah justru berlebih. Belum juga ditambah GTT,” terangnya. Sehingga kekurangan guru SD 392 orang ditambah jumlah pensiuan mencapai 500 lebih.
Sementara untuk guru SMP negeri pihaknya tidak merinci pasti. Sebab, jumlah guru dihitung per mata pelajaran. Misalnya saja data per pertengahan Mei ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya sebelumnya juga mengatakan, bahwa di Sleman tidak kekurangan tenaga pengajar ataupun guru. Semua terpenuhi meski banyak yang statusnya masih GTT K2. Tidak ada yang sampai mengajar dobel. “Kalaupun kekurangan sudah diisi PHL,” ujarnya. (mel/bah)

Sleman