RADAR JOGJA – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sleman meminta solusi konkret Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Sandiaga Uno untuk bertahan di masa pandemi ini. Berjualan online pun dinilai belum berdampak.

Pelakunya UMKM asal Donoharjo, Ngaglik, Sleman Euis T Yopie mengatakan, kondisi pandemi ini membuat usahanya, pie salak Turi, mati suri. Bahkan usahanya sempat mati enam bulan. Pasca-new normal lalu ada tanda-tanda bangkit. Tapi setelah Pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan, kembali surut.

Segala upaya telah ia lakukan. Bahkan di usia senjanya ini dia berupaya mendalami pemahaman marketing online. Meski hal itu tidak mudah. Pihaknya juga menyewa tempat dagang showroom di SPBU wilayah Melati. Namun sudah tiga bulan lebih berjalan hasilnya tak signifikan. “Sepi, digabung dengan penjualan online, paling banter 10 persen dari normal,” keluhnya pada Sandiaga saat melakukan kunjungan ke Puri Mataram, Tridadi, Sleman, Kamis (20/5)..

Disebutkan, normal sebelum pandemi dia mampu menjual lebih dari 350 bok kue pie. Dengan omset rata-rata Rp 10 juta per bulan. Meski segala upaya dilakukan untuk menumbuhkan produk jualannya, akan tetapi SDM masih menjadi kendala besar. Apalagi pelatihan yang diberikan dinas sangat terbatas usia produktif. Ditambah lagi faktor usia dan pengalaman, sehihingga sulitnya pemahaman.

“Saya berharap pak Sandiaga Uno dapat membantu memberikan solusi, fasilitasi marketing, terutama pada kelompok kecil yang SDMnya lemah seperti kami,” ungkapnya. “Kalau modal, kemarin sudah diberi bantuan open kue. Tapi cara marketing ini yang masih kami kurang paham.”

“Agar ekonomi bangkit syaratnya satu. Patuhi prokes,” tegas Sandiga Uno dalam diskusi yang melibatkan pelaku UMKM dan pariwisata di lokasi tersebut.Dibeberkan, setahun lebih dihujam pandemi, membuat perkonomian di setiap lini anjlok. Sudah 30 juta lebih pelaku ekonomi kreatif tertekan. Sektor pariwisata juga kehilangan pengunjung. Oleh karena itu perlu disikapi bersama.

Pemulihan ekonomi dimulai bertahap. Dan harus ada program menyentuh. Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk bangkit, semangat bersama dan terus inovatif dengan memanfaatkan tekhnologi digital. “Mulai sekarang harus membangun dan menjual konten,” saran mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Disarankan, semua produk dapat dikemas menarik dengan dibubuhi cerita atau konten. Sehingga orang menjadi tertarik sehingga membeli produk tersebut. Selain itu tips lainya, semua harus didukung dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. “Ini tidak mudah, tapi harus kita coba. Kondisi seperti ini mengharuskan seperti itu,” imbuhnya. (mel/pra)

Sleman