RADAR JOGJA – Presentase kematian akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia mengalami peningkatan drastis. Kondisi ini terpantau dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan terjadi secara signifikan seiring waktu berjalan.

UGM Riris Andono Ahmad berharap pemerintah mengevaluasi sistem penanganan Covid-19. Manajemen, lanjutnya, sangatlah penting dalam penanganan kasus. Terutama untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

“Pemerintah perlu melakukan evaluasi manajemen pengendalian pandeminya. Perlu evaluasi case manajemen, bottle necknya ada dimana, lalu segera dibenahi,” jelasnya, Kamis (20/5).

Riris berharap evaluasi dapat melacak titik lengah. Tepatnya penyebab-penyabab tingginya fatalitas akibat Covid-19.  Selanjutnya dapat dilakukan perbaikan secara efektif terhadap faktor penyumbang penyebab kematian tersebut.

Berdasar data Satgas Covid-19 angka kematian akibat Covid-19 mencapai 2,76 persen. Sebagai perbandingan, data per Februari mencapai 2,75 persen. Sementara, presentase kasus angka kematian akibat Covid-19 di dunia sebasar 2,07 persen.

Riris mengatakan penyebab pasti kematian akibat Covid-19 tidak bisa diketahui tanpa adanya audit kematian. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi hal tersebut. Seperti kurangnya akses layanan kesehatan.

“Terkait akses layanan kesehatan, misal pasien Covid-19 berat berasal dari sosial ekonomi menengah kebawah dan akses mendapatkan layanan kesehatan lebih sulit sehingga sampai ke layanan kesehatan lambat sehingga kemungkinan terjadi kematian sangat besar,” katanya.

Selain itu juga terkait dengan sistim rujukan. Meskipun saat ini telah ada sistim rujukan, menurutnya, belum memenuhi kecepatan penanganan. Alhasil layanan terhadap pasien Covid-19 berat berjalan lambat.

“Lalu faktor lain adanya varian baru Covid-19 yang dikabarkan memiliki tingkat penularan lebih tinggi. Namun ini semua hipotetikal, mana yang memengaruhi secara riil di lapangan belum diketahui secara pasti,” ujarnya.

Disatu sisi, Riris meyakini peran ini tak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Masyarakat justru memegang peranan terpenting. Paling sederhana adalah disiplin dan ketat menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Disiplin protokol kesehatan, lanjutnya, dapat menekan angka sebaran Covid-19. Caranya dengan mematuhi 5M. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Masyarakat harus tetap jalankan prokes 5M. Ini yang menjadi senjata unggulan untuk mencegah Covid-19 karena obatnya memang belum ada,” katanya.(dwi/sky)

Sleman