RADAR JOGJA – Penyidikan kasus sate sianida seakan berjalan ditempat. Sosok R yang sempat disebut oleh tersangka Nani Apriliani Nurjaman belum juga terlacak. Penyidik kepolisian beralasan nomor kontak gawai milik sosok R ini sudah tidak aktif.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan penyidikan masih berlanjut. Termasuk melacak keberadaan sosok R. Pihaknya untuk sementara ini masih mendalami keterangan dari tersangka utama Nani.

“Saya belum update, tapi hasil pemeriksaan belum final karena berkas belum dikirim ke kejaksaan. Kalau pun berkas sudah dikirim kemudian ada fakta baru keterlibatan seseorang misalnya seperti R ya pasti akan dilanjutkan tidak berhenti di NA (Nani),” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Selasa (18/5).

Hasil terkini adalah keterangan tentang pernikahan siri. Diketahui bahwa sebelumnya Nani mengaku telah menikah siri dengan sosok pria bernama Tomi Astanto. Diketahui pula bahwa sosok ini adalah anggota Satreskrim Polresta Jogja.

Pernyataan ini dikuatkan dengan pernyataan ketua RT tempat Nani tinggal, di Potorono Banguntapan Bantul. Nani awalnya mengaku telah menikah siri dengan Tomi. Tepatnya saat mengenalkan diri sebelum menjadi warga kampung tersebut.

“Kami sudah tanya kepada NA, saya tidak tahu informasi terakhir dari Propam bagaimana. Tapi infonya sudah tanya tentang nikah siri itu dan ngakunya tidak nikah siri dengan T (Tomi),” katanya.

Pemeriksaan terhadap sosok Tomi juga telah berlangsung. Tepatnya oleh Bid Propam Polda DIJ. Hasilnya tidak ada pernikahan siri antara keduanya. Terlebih agama Tomi dan Nani berbeda.

Dia juga belum bisa memastikan adanya temuan unsur pelanggaran. Baik kode etik maupun unsur pelanggaran pidana. Ini karena wewenang penuh ada di Bid Propam Polda DIJ.

“Propam sudah tanya pada NA bahwa dia tidak nikah siri dengan T. Dan T sudah diperiksa di Propam dan mereka tidak nikah siri,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Nani, pernyataan nikah siri hanyalah sepihak. Tujuannya untuk memberikan rasa aman selama tinggal di kampung tempat Nani tinggal. Dalihnya adalah Nani kerap kerja hingga malam hari.

“Alasan kenapa NA mengatakan nikah siri dengan T itu supaya dia merasa¬† aman tinggal di situ. Karena NA ini sering jam 9 malam pulangnya. Dia pingin merasa aman mengatakan seperti itu,” klaimnya.

Terkait sosok Tomi, Yuliyanto enggan berbicara banyak. Termasuk perannya sebagai penyidik Satreskrim Polresta Jogja. Menurutnya wewenang penonaktifan ada dibawah Kapolresta Jogja.

“Dinonaktifkan sebagai penyidik, itu tanya Kapolresta kalau itu. Saya belum tahu kabar terkininya,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman