RADAR JOGJA – Kasus dugaan penyelewengan dana desa kembali muncul ke permukaan. Puluhan sopir truk sampah demo di Balai Kalurahan Getas, Playen, menuntut pembayaran pembangunan jalan dan talut lapangan.

Koordinator aksi, Gayul mengatakan, proyek tersebut dikerjakan pada Desember 2020. Akan tetapi, sampai dengan Senin (10/5) urusan keuangan belum beres. Sedikitnya ada 20 sopir menggelar aksi di kantor kalurahan kemarin. “Janjinya akan diselesaikan 20 Maret. Tapi, hingga sekarang tak kunjung dipenuhi,” kata Gayul kepada wartawan, disela aksi kemarin.

Dia berharap pemerintah kalurahan bisa membayar sesuai dengan janji saat awal pengerjaan. Terlebih para supir juga telah menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan sehingga wajar jika menuntut hak. “Hingga mendekati Lebaran belum juga dibayar,” ucapnya.

Gayul mengingatkan, beberapa waktu lalu muncul proyek pengerjaan jalan sepanjang 232 meter dengan lebar 4 meter. Tak hanya itu, juga ada ada kegiatan pengurukan talut di lapangan dengan total perkiraan menelan anggaran sekitar Rp 232 juta.

Sementara itu seorang peserta aksi Sulistyo curiga ada ketidak beresan dalam proyek tersebut. Pihaknya meminta lurah segera melaporkan tindakan ini ke penegak hukum. Dengan demikian permasalahan bisa terang benderang. “Kami hanya menuntut hak,” kata Sulistyo.

Terpisah, Lurah Getas, Pamuji mengatakan, dana proyek pembangunan sudah dicairkan dan diserahkan ke bendahara. “Yang bawa bendahara. Yang jelas, pencairan sudah sesuai dengan prosedur,” kata Pamuji. (gun/bah)

Sleman