RADAR JOGJA – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda DIJ telah memeriksa sosok Aiptu Tomi Astanto. Kaitannya adalah informasi pernikahan siri dengan Nani Apriliani Nurjaman. Sosok ini adalah tersangka sate maut bercampur kalium sianida.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto membenarkan kabar tersebut. Bintara Satreskrim Polresta Jogja telah diperiksa oleh Bid Propam Polda DIJ. Hanya saja materi pertanyaan dan hasilnya belum sepenuhnya bisa diketahui.

“Mister T (Tomi) bahwa yang bersangkutan sedang kami dalami keterangannya, kami periksa, diperiksa oleh propam. Nantinya kalau terbukti bahwa yang bersangkutan itu melakukan pelanggaran tentu akan dilakukan tindakan yang tegas,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Kamis (6/5).

Pemeriksaan ini guna memastikan hubungan antara keduanya. Terlebih isu yang beredar antara keduanya sangatlah santer. Bahwa tersangka Nani memiliki hubungan istimewa dengan sosok Tomi.

Tomi, lanjutnya, membantah telah menikah siri dengan Nani. Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh tersangka Nani. Kepada penyidik, warga Majalengka Jawa Barat ini juga membantah telah menikah siri dengan Tomi.

“Sebenarnya tidak melakukan seperti yang disampaikan selama ini atau isu yang berkembang selama ini bahwa yang bersangkutan itu melakukan nikah siri, tidak. Ini menurut keterangan dari N (Nani) termasuk keterangan dari T (Tomi) juga tidak melakukan nikah siri,” katanya.

Penyidik Propam, lanjutnya, belum menyimpulkan hasil pemeriksaan. Ini karena proses pemeriksaan kepada sosok Tomi masih berlangsung. Tujuannya agar fakta-fakta terungkap secara detil dan lengkap.

“Itu masih didalami lebih lanjut, belum disimpulkan yang jelas yang bersangkutan kedua-duanya tidak mengakui kalau pernah melakukan nikah siri,” ujarnya.

Disisi lain, pihaknya juga akan melakukan kroscek dengan pihak tempat tinggal Nani. Diketahui bahwa info awal nikah siri berawal dari pengurus kampung. Berupa data yang diberikan oleh Nani saat pertama kali tiba di Potorono Banguntapan Bantul.

Dalam informasi tersebut juga tersebutkan bahwa Tomi kerap menyambangi rumah Nani. Tepatnya di rumah yang berada di Potorono Banguntapan Bantul. Dalam perkenalan awal sebagai warga baru juga mengaku sebagai pasangan nikah siri.

“Iya itu nanti perlu dikroscek atau diambil keterangan bersama-sama antara pihak perangkat dusun dengan yang memberikan informasi itu,” katanya.

Terlepas dari keterangan ini, Yuliyanto memastikan ada sanksi tegas. Tentunya apabila Aiptu Tomi terbukti melakukan pelanggaran. Baik disiplin maupun kode etik.

“Yang jelas nanti kalau misalnya ini melanggar pasal-pasal yang ada di kode etik tentu akan dilakukan tindakan yang seperlunya yang tegas. Masih dicari unsur pasal mana yang dilanggar. Nanti akan ditentukan oleh penyelidik dan penyidik,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman