RADAR JOGJA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Pucung Asri Condongcatur mengembangkan lidah buaya menjadi berbagai produk olahan. Lidah buaya atau aloe vera ditanam sendiri, kemudian dipanen dan diolah menjadi beberapa produk makanan seperti minuman lidah buaya, manisan, dan teh.

Ketua KWT Pucung Asri, Tuti Putu Silowati mengatakan, awal mula melirik lidah buaya karena dulunya dia tinggal di Kalimantan Barat cukup lama sebelum akhirnya pindah ke Condongcatur, Sleman. Dia mengatakan, di sana cukup banyak lidah buaya. Dari situ, dia menanam lidah buaya dan merawatnya.

Ilustrasi tanaman lidah buaya. (NIKITA SILALAHI-DAVID FOR RADAR JOGJA)

”Untuk merawat lidah buaya sendiri mudah, asal media penanamannya tidak terlalu basah. Pasti lidah buaya akan hidup,” ungkapnya belum lama ini.

Tuti menjelaskan, lidah buaya kaya manfaat. Pertama, lidah buaya sangat bagus untuk kulit. Misalnya saja mengoleskan lidah buaya ke kulit saat digigit serangga atau nyamuk. Bisa juga untuk rambut dengan cara mengoleskan ke akar rambut. Selain itu, lidah buaya juga mengandung antioksodan tinggi yang bagus untuk kesehatan.

Menurutnya, lidah buaya yang bagus adalah yang besar dan padat. Kemudian, jika dipegang tidak terlalu lembek. Dalam proses pembuatan minuman lidah buaya sangatlah mudah tanpa bahan pengawet.

”Pengolahannya, lidah buaya dipotong kecil-kecil lalu dibersihkan untuk menghilangkan lendirnya dengan air yang mengalir menggunakan saringan. Kemudian ditambah daun pandan, gula, lalu sedikit pewarna makanan agar lebih cantik,” jelasnya.

Sedangkan untuk produk manisan lidah buaya, diberi berbagai warna agar terlihat menarik. Untuk teh sendiri dibuat dari kulit lidah buaya yang dikeringkan menggunakan alat pengering. ”Sebab, jika langsung di matahari akan langsung layu. Nah, jadi harus menggunakan alat pengerin, kemudian setelah kering dihaluskan lalu dikemas,” ujar Tuti.

Terpisah, Penyuluh Pertanian Suharyanto mengatakan, KWT menjadi wadah sekaligus magnet untuk berdaya. Adanya olahan lidah buaya ini bisa menambah pendapatan. Harapannya, tidak hanya anggota KWT saja yang melakukan kegiatan seperti ini, tapi semua warga bisa menambah pengalaman mengelola dan memasarkan olahan lidah buaya. (om1/ila)

Sleman