RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Sleman kesulitan melakukan tracing terhadap klaster mahasiswa STMM MMTC. Penyebabnya adalah kurang kooperatifnya mahasiswa di kampus tersebut. Berupa respon yang tidak cepat dalam pengisian pendataan melalui aplikasi Google Form.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo berharap para mahasiswa kooperatif. Pengisian data google form sangatlah penting. Terutama untuk melacak dan meminimalisir sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Dari 14 kasus awal itu tracingnya masih terus. Jujur puskesmas agak kesulitan mencari kontak eratnya. Karena pertama mereka kost, beberapa di antaranya itu kost. Kost itu dihubungi susah, sudah dikirimi google form itu untuk dilakukan pelacakan tidak ada yang kembali,” jelasnya ditemui di Pendopo Parasamya Setda Pemkab Sleman, Selasa (4/5).

Pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan. Terutama kepada pihak penanggungjawab kampus. Tujuannya agar memberikan arahan kepada mahasiswanya. Untuk kooperatif dalam mengisi data dalam Google form.

Dinkes Sleman, lanjutnya, akan melakukan pertemuan dengan pihak MMTC. Untuk bersama-sama melakukan pendataan. Terlebih seluruh data dan alamat mahasiswa merupakan wewenang kampus.

“Siang ini baru kami rapatkan, karena yang punya mahasiswa ini kan MMTC. Maka kami minta bantuan pihak MMTC untuk bisa menghubungi. Yang punya data alamat, nomor handphone dan kebanyakan kost-kostan,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Sleman, kemunculan kasus awal di STMM MMTC adalah 28 April. Berawal dari kelompok mahasiswa yang sedang memproduksi film. Sebanyak 14 mahasiswa dalam kelompok produksi tersebut positif Covid-19.

Jumlah kasus semakin bertambah. Ini karena adanya kontak erat diluar lingkungan kampus. Tepatnya 2 pasien berasal dari keluarga mahasiswa.

“Jadi kalau total kasusnya ada 16. Mahasiswa yang rumahnya Pakem sama Sleman itu orangtuanya diperiksa juga positif,” ujarnya.

Sebaran kasus tak hanya di lingkup wilayah Jogjakarta. Joko menuturkan ada beberapa mahasiswa yang telah kembali ke daerah masing-masing. Tercatat 2 mahasiswa di Salatiga dan Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan penanggungjawab wilayah. Tujuannya untuk membantu upaya tracing di Salatiga dan Bekasi. Upaya pelacakan menyasar kontak erat di setiap lingkungan masing-masing.

“Ada yang pulang ke Salatiga dan Bekasi. Mereka diberi kabar kalau kelompoknya positif Covid-19. Inisiatif periksa mandiri juga positif,” katanya.

Pasca temuan klaster, kampus yang beralamat di Jalan Magelang Mlati Sleman tersebut ditutup. Kebijakan ini sesuai dengan rekomendasi Puskemas Mlati. Berlangsung dari Sabtu (1/5) hingga 5 hari kedepan.

“Yang dipakai untuk aktivitas mahasiswa atau kegiatan perkantoran ya sementara ditutup 5 hari dari hari Sabtu. Sebetulnya memang aktivitas mahasiswa itu belum banyak. Cuma memang perkantoran dan praktek jalan terus,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman