RADAR JOGJA – Sosok Aipda Fajar Indriawan sempat menderita depresi beberapa tahun ke belakang. Fakta ini terungkap berdasarkan keterangan rekan kerja, tetangga dan orangtua yang bersangkutan. Walau begitu depresi tersebut belum mencapai tingkat depresi berat.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan pengumpulan data informasi telah berlangsung. Hanya saja beberapa keterangan belum masuk pada berkas acara pemeriksaan (BAP). Terungkap bahwa ada fakta dugaan Aipda Fajar mengalami depresi.

“Berdasarkan keterangan rekan, tetangga dan orangtua yang secara tidak resmi karena belum BAP, disampaikan secara lisan beberapa tahun lalu pernah depresi tapi tidak sampai berat karena masih bisa bertugas,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Selasa (27/4).

Walau dalam kondisi depresi, namun Aipda Fajar tetap bertugas secara normal. Yuliyanto memastikan Bintara Polsek Kalasan tersebut masih bisa berkomunikasi. Walau begitu dalam tugas keseharian tidak berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Terkait adanya laporan masyarakat, Yuliyanto belum bisa memastikan. Berupa tindakan menyimpang saat bertugas sebagai Bintara Polsek Kalasan. Baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kepolisian.

“Kalau secara resmi belum buka data apakah yang bersangkutan pernah dilaporkan karena depresi. Masih tugas harian, tapi tidak di operasional, cuma staf Polsek. Sehingga tidak berhubungan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Sosok Aipda Fajar, lanjutnya, telah menjalani pemeriksaan psikologis. Guna memastikan adakah gangguan psikis. Hasil ini kemudian menjadi bahan pertimbangan penyidikan oleh Mabes Polri.

“Apakah ada gangguan kejiwaan atau tidak, kemarin sudah diperiksa psikolog namun hasilnya belum keluar, karena harus dibaca yang dia jawab. Akan digunakan kepentingan penyidikan Mabes Polri,” ujarnya.

Secara personal Perwira Menengah 3 Melati ini menilai tindakan Aipda Fajar sangatlah tidak etis. Berupa unggahan kalimat negatif terkait peristiwa karamnya KRI Nanggala – 402 di media sosial miliknya. Imbasnya adalah respon negatif dari masyarakat dan hubungan institusi dengan TNI AL.

“Saya kira ini pendapat pribadi saya, kalau normal ya tidak akan menghujat seperti itu, kita semua sedang berduka kok ada yang main-main seperti itu pasti dalam kondisi yang tidak normal,” katanya. (dwi/sky)

Sleman