RADAR JOGJA – Polda DIJ telah menyusun sejumlah skenario pasca terbitnya adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul fitri Tahun 1442 Hijriah. Salah satunya adalah penjagaan di wilayah perbatasan selama 24 jam. Berlaku sejak penerapan 22 April hingga 24 Mei.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menuturkan skenario penjagaan tak berubah. Artinya skema ini pernah diterapkan waktu sebelumnya. Hanya saja masa pemberlakuannya lebih panjang, hampir 1 bulan.

“Terkait dengan kebijakan pemerintah pusat memajukan larangan mudik tentu di daerah dalam hal ini Polda DIJ mengamanahkan apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat. Kalau mulai hari ini, lusa atau 3 hari tetap laksnakan,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Kamis (22/4).

Sayangnya Polda DIJ belum menyiapkan posko penjagaan. Ini karena skema awal pendirian posko mendekati masa Operasi Ketupat Progo 2021. Walau begitu dia memastikan penjagaan di wilayah perbatasan tetap berjalan.

Titik pengawasan juga telah disiapkan. Setidaknya ada 10 titik pengawasan sesuai instruksi Mabes Polri. Mulai dari kawasan jalan raya hingga jalan alternatif dan jalan tikus.

“Termasuk jalan tikus, jalan kecil nanti maksimalkan penyekatan. Tapi untuk posko memang belum berdiri karena awalnya di Operasi Ketupat,” katanya.

Keberadaan posko, lanjutnya, akan berjaga selama 24 jam penuh. Terbagi menjadi 3 shift setiap harinya. Sehingga penjagaan berlaku penuh. Berbeda dengan skema sebelumnya, penjagaan hanya pada jam-jam tertentu.

Pihaknya juga akan menyiagakan tes acak rapid antigen. Menyasar kepada pelaku perjalanan jauh. Baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

“Kami juga siagakan ambulans, kalau ada yang positif ya langsung isolasi. Lalu untuk aturan surat antigen dan PCR berlaku 24 jam setelah tes. Kalau tidak bawa ya suruh putar balik,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman