RADAR JOGJA- Sebanyak 35 warga Padukuhan Jongke Kidul Sendangadi, Mlati, Sleman dinyatakan positif Covid-19.  Sementara  3 warganya harus dirawat di rumah sakit dan sudah dinyatakan sembuh, kemudian ada 2 warga meninggal dunia karena usia dan ada riwayat komorbid.

Parjiono, Ketua Gugus Tugas Kelurahan Sendangadi, Mlati, Sleman mengatakan, dari 35 warga sebagian besar sudah sembuh dan selesai menjalani isolasi mandiri. Ia mengatakan kluster ini berawal dari akumulasi dari 35 warga ini. “Kita saat ini memutus mata rantai dengan melaksanakan rapid test, rapid antigen, dan swab PCR,” ujarnya di Balai Desa Jongke Kidul, Kamis (22/4).

Parjiono menambahkan, proses tracing ini menyasar warga yang kontak erat. Untuk undangan sebanyak 300 orang dan dibagi dua hari pelaksanaan, Kamis-Jumat per harinya 150 orang. “Untuk runtutan kejadian, ada keluarga demam dan tidak enak badan lalu swab mandiri di rumah sakit, ketahuan positif. Begitu ada kejadian, kita tracing, lalu berkembang,” katanya.

Untuk langkah selanjutnya, Parjiono menyebut kalau ada yang positif, langsung isolasi mandiri. Selain itu, pembatasan kegiatan sosial masyarakat diperpanjang dari hari Selasa (20/4) sampai Minggu (25/4). “Bagi yang isolasi mandiri, ada jadup sembako bahan pangan,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Mlati I Sleman Ernawati menerangkan, screening dilakukan di RW 24, khususnya RT 5, 6, 7, dan 8. “Saat ini, kita adakan screening, rapid antigen, rapid antibodi, dan swab PCR sesuai dengan waktu kapan mereka kontak,” katanya.

“Untuk rincian terbaru hari ini, rapid antibodi ada 97 warga, rapid antigen ada 17 warga, dan swab PCR ada 13 warga,” pungkasnya.

Ernawati menambahkan, untuk menentukan jenis rapid warga, Ernawati menyebut untuk warga yang kontak lebih dari seminggu dilakukan rapid antigen, lalu untuk kontak yang masih dalam satu minggu, dilakukan antibodi, sedangkan kalau ada warga yang bergejala, langsung swab PCR. “Untuk rapid antigen yang reaktif, ada 4 warga yang lanjut ke PCR,” tambahnya. (sky)

Sleman