RADAR JOGJA – Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan belum ada laporan polisi terkait kericuhan di RS Akademik UGM. Baik oleh pihak manajemen rumah sakit maupun keluarga pasien. Mulai dari tingkat Polsek Gamping, Polres Sleman hingga Polda DIJ.

Walau begitu pihaknya tetap melakukan pengumpulan data. Terutama tentang detail kejadian kericuhan tersebut. Khususnya dari para pihak keamanan RS Akademik UGM.

“Kalau kejadiannya itu 19 April lalu di-posting di sosmed 21 April. Hingga hari ini kami cek belum ada laporan polisi di Polsek, Polres maupun Polda,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Kamis (22/4).

Dari keterangan pihak keamanan, kepolisian mendapatkan sejumlah fakta. Kericuhan berawal saat sekelompok orang mendatangi UGD RS Akademik UGM. Keperluannya mengantar seorang perempuan untuk berobat.

Saat itu pasien perempuan sempat berteriak kencang. Tak selang lama, dua pria pengantar bersitegang dengan pihak keamanan. Hingga akhirnya merembet kericuhan dengan keluarga pasien lainnya.

“Pada saat itu ditangani lalu mendapat tindakan medis. Namun setelah kurang lebih 1 jam terasa sakit lagi dan sempat teriak karena kesakitan. Teman yang mengantar ikut berteriak dan sempat debat dengan petugas security,” katanya.

Pasca perdebatan, pihak keamanan menyuruh pengantar pasien keluar dari ruang UGD. Hingga akhirnya rombongan ini meninggalkan rumah sakit sekitar pukul 03.00. Kepergian kelompok ini juga sempat menimbulkan kericuhan dengan keluarga pasien.

Perwira menengah tiga melati ini memastikan tak ada kontak fisik. Pengantar pasien hanya berdebat dengan pihak keamanan RS Akademik UGM. Termasuk adu mulut dengan keluarga pasien di halaman parkir RS Akademik UGM.

Dalam rekaman terlihat kendaraan yang digunakan Toyota Agya AB 1390 QU. Pihak langsung melacak identitas pemilik kendaraan. Hasilnya kendaraan telah berpindah tangan kepemilikan.

“Dari cek nomor kendaraan yang dipakai dari rumah sakit, itu kendaraan online atau taksi online. Setelah dicek ke pemilik sesuai STNK ternyata sudah dijual atau pindah tangan. Saat ini sedang mencari atau melakukan penyelidikan kepada siapa kendaraan itu dijual,” ujarnya.

Terkait laporan polisi, pihaknya mempersilakan kepada pihak yang dirugikan. Hanya saja tidak sembarang orang bisa melaporkan kejadian tersebut. Harus dipastikan mengetahui secara detil awal mula kericuhan.

“Polisi sudah lakukan pengumpulan informasi. Mengecek rumah sakit lalu cari siapa pemilik kendaraan. Itu sudah tergolong tindakan polisi. Tapi kalau mengarah ke pro justicia harus ada laporan polisi, yang penting mengetahui peristiwa secara langsung untuk diambil keterangannya,” katanya.(dwi/sky)

Sleman