RADAR JOGJA – Para siswa SMKN 1 Depok terlihat bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Awalnya para siswa terlihat bingung saat memasuki gerbang sekolah. Maklum saja, ini merupakan hari pertama masuk sekolah untuk siswa kelas X.

Salah satu siswi Abita Nareswari kelas X Jurusan Perhotelan ini mengaku senang akhirnya bisa KBM tatap muka. Sejak menjadi siswa SMKN 1 Depok, dia belum pernah sekalipun belajar di kelas.

“Selama tidak tatap muka belajarnya (jadi) bosen, di rumah terus. Sekarang bisa sekolah ya seneng. Bisa ketemu temen baru juga,” jelasnya ditemui sebelum masuk kelas, Senin (19/4).

Eforia masuk sekolah di lengkapi dengan protokol kesehatan. Abita melengkapi diri dengan hand sanitizer dan tisu basah. Tak lupa menggunakan masker selama pelajaran berlangsung.

“Persiapan bawa hand sanitizer, tisu basah dan masker dari rumah. Sekolah sudah memberitahukan apa yang harus dibawa,” katanya.

Christopher Santika Dijagad Agripana Siswa Kelas X Jurusan Akutansi mengaku telah siap dengan adanya KBM tatap muka. Adanya prokes memberikan rasa aman dan nyaman selama di sekolah. Sehingga proses KBM dapat berjalan dengan ideal.

Walau begitu, remaja berusia,15, ini tak menampik adanya prokes sedikit merepotkan. Namun perasaan itu dia kesampingkan. Agar seluruh materi pembelajaran bisa diserap dengan baik.

“Prokes walaupun agak ribet dan banyak tuntutan tetapi dengan tatap muka seperti ini, ya pelajaran bisa lebih mudah masuk (dipahami). Dibandingkan dengan online lumayan lebih mudah daripada online,” ujarnya.

Menurutnya, proses tanya jawab juga lebih mengena. Setiap materi pelajaran lebih mudah diserap dan dimengerti. Terutama tentang detil-detil yang tak bisa dijabarkan dalam KBM daring.

“Misalnya kalau enggak paham, penjelasannya tetap kurang masuk walau ada sesi tanya jawab. Apalagi ini baru masuk kelas X. Beda kalau tatap muka langsung,” katanya.

Jagad sendiri telah menyiapkan diri dari rumah. Tak cukup dengan masker untuk melindungi diri. Dia juga mengenakan face Shield saat berada di kelas.

Tentang paparan Covid-19, Jagad tak terlalu khawatir. Selama dia menjalankan prokes secara ketat. Termasuk penerapan disiplin di lingkungan sekolah.

“Antisipasinya ya selalu menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan pakai face shield. Dari sekolah juga sudah ada pemberitahuan protokol kesehatan,” katanya.(dwi/sky)

Sleman