RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman merevisi sejumlah jam operasional selama bulan ramadan. Tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Khususnya untuk tempat usaha seperti kuliner, warung atau toko sembako, supermarket dan kegiatan di pasar rakyat.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sleman No 451/0882. Berbicara tentang Penyelenggaraan Usaha Selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah. Kebijakan tentang jam operasional ini berlaku mulai 13 April hingga 14 mei 2021.

“Pertimbangannya memperhatikan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Jadi memang ada pengaturan jam operasional khusus,” jelas Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Selasa (13/4).

Surat edaran ini membagi pelaku usaha dalam 4 kategori. Pertama adalah pelaku usaha kuliner. Mulai dari rumah makan hingga restoran beroperasi dari 02.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Kategori kedua adalah pelaku usaha warung, toko sembako, toko kelontong, minimarket lokal hingga minimarket berjejaring. Jam operasional berlaku dari 02.00 WIB hingga 21.00 WIB. Kebijakan ini sama dengan pemberlakuan di kategori pertama.

Kategori ketiga adalah supermarket, hypermarket dan pusat grosir. Jenis usaha ini selama bulan ramadan beroperasi dari 08.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sementara kategori keempat adalah pelaku usaha di pasar rakyat.

“Pelaku usaha di pasar rakyat bisa mengoperasikan usahanya hingga pukul 21.00 WIB hingga 14 Mei 2021. Menimbang keberadaan pasar memang krusial untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Kustini menambahkan, pemberlakuan kebijakan ini bukan tanpa komitmen. Setiap pelaku usaha diminta tetap taat dan disiplin protokol kesehatan (prokes). Tujuannya agar kegiatan perekonomian tidak menimbulkan klaster Covid-19 yang baru.

Khusus untuk unit usaha kuliner, Kustini memberi catatan khusus. Agar operasional tetap mengedepankan asas toleransi. Terutama dengan menutup lokasi usaha dengan tirai.

“Prokesnya tetap wajib dijalabkan karena bagaimanapun juga situasinya masih pandemi Covid-19,” pesannya.(dwi/sky)

Sleman