RADAR JOGJA – Polemik bocornya naskah soal Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) jenjang SMP di Jogjakarta terus berlanjut.

Tim Pencari Fakta (TPF) Pendidikan DIJ menyampaikan kesimpulan temuan investigasi dugaan kebocoran soal ujian Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) 2021 mata pelajaran Matematika di SMPN 4 Depok Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya menuturkan, ada sejumlah fakta. Pertama adanya keteledoran dari pihak SMPN 4 Depok. Tepatnya oleh Kepala SMPN dan seorang guru mata pelajaran Matematika.

“Faktanya memang ada, tapi sifatnya terlokalisir tidak menyebar ke sekolah-sekolah lain terkait kebocoran tersebut. Hanya di SMPN 4 Depok, tetapi, yang tersebar itu screenshot dari WhatsApp,” jelasnya ditemui di Kantor Disdikpora DIJ, Selasa (13/4).

Imbas dari tindakan ini ujian pelajaran Matematika terpaksa diulang. Kebijakan ini untuk meminimalisir kecemburuan sosial. Keputusan ini tertuang dalam surat yang diterbitkan Dinas Pendidikan Sleman tertanggal 12 April 2021.

Rencananya ujian ulangan berlangsung 15 hingg 16 April. Tentunya dengan format soal yang berbeda. Termasuk penerapan metode ASPD dalam ujian ulangan ini.

“Selanjutnya, berkaitan dengan sanksi pelanggaran disiplin yang bersangkutan, selanjutnya akan diserahkan kepada Disdik Sleman. Karena, kewenangan untuk pendidikan dasar ada di kabupaten kota,” tegasnya.

Hasil kajian tim pencari fakta (TPF) juga memastikan ASPD masih ideal. Pertimbangannya adalah validitas yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan. Khususnya sebagai alat mutu pemetaan pendidikan siswa tingkat SMP.

ASPD, lanjutnya, berfungsi sebagai pemetaan. Untuk kemudian menjadi bahan evaluasi terhadap metode pembelajaran di kelas. Jangka panjang juga menjadi salah satu alat seleksi penerimaan peserta Didik baru (PPDB).

“Bagi kami di Dinas Provinsi, karena itu salah satu alat seleksi di PPDB. Juga kami gunakan pemetaan bagaimana nanti anak-anak itu masuk di kelas 10 terkait dengan materi-materi yang perlu diserap. Apakah perlu dilakukan pendalaman lagi di kelas awal atau tidak,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Didik meluruskan informasi yang beredar. Bahwa kebocoran naskah soal juga terjadi di sejumlah sekolah lainnya. Tepatnya di SMPN 2 Depok dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 9.

“Kejadiannya hanya SMPN 4 Depok. Kalau SMPN 2 Depok itu tidak terjadi. Itu yang perlu kami sampaikan. Termasuk kemarin ada informasi di MTSN 9. Artinya, dari hasil pelaksanaan ujian sendiri itu normal,” katanya. (dwi/sky)

Sleman