RADAR JOGJA – Sejumlah fakta bocornya naskah asesmen standar pendidikan daerah (ASPD) terkuak pasca tim pencari fakta (TPF) bergerak. Mulai dari alur bocor hingga tersebarnya naskah ujian mata pelajaran Matematika. Terutama untuk ujian siswa kelas 9 SMPN 4 Depok.

Anggota TPF Timotius Apriyanto membeberkan runutan indikasi kebocoran naskah soal. Berawal dari adanya penulisan naskah soal di Hotel Tirta Kencana pada 15 hingga 16 Maret. Kala itu penulisan naskah untuk 4 mata pelajaran ASPD 2021.

“Lalu 17 hingga 19 Maret 2021 diadakan review soal di hotel tersebut bersama tim teknis naskah soal tersebut. Disini mulai ada indikasi kebocoran. Tepatnya dari Tim Penelaah (Reviewer) ¬†yang tergabung dalam grup WhatsApp,” jelasnya ditemui di Kantor Disdikpora DIJ, Selasa (13/4).

Grup WhatsApp, yang  beranggotakan 18 participant reviewer. Adapula 6 orang sebagai tim teknis. Setiap anggota tim reviewer mendapatkan akses password token dari tim teknis.

Hasil investigasi mengungkapkan ada salah seorang reviewer mengirimkan file dokumen kepada guru Matematika. Titik inilah yang menjadi awal bocornya naskah soal ASPD. Tercatat pula 2 pelanggaran dalam kasus bocornya naskah soal Matematika.

“Tim investigasi menemukan ada unsur pelanggaran kode etik dan pelanggaran pakta integritas. Lalu kelalaian dan pelanggaran kode etik guru. Kepsek mengirimkan naskah soal ke bu guru,” katanya.

Kebocoroan naskah soal tak utuh. Ada sejumlah modifikasi oleh guru mata pelajaran Matematika berinisial Sh. Hingga menjadi pembahasan paket pra ujian. Hanya saja kemiripan paket soal nyaris mutlak dengan naskah Matematika ASPD 2021.

Bocornya naskah soal Matematika bersifat lokal. Tepatnya hanya kelas 9C SMPN 4 Depok. Sementara untuk pembahasan paket soal naskah berlangsung 29 Maret.

“Kebocoran soal paket 1 bersifat lokal dan tidak berdampak sistemik. Sehingga ASPD memiliki kredibilitas dan tetap dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Terkait motif berawal dari inisiatif yang tidak tepat. Kepala SMPN 4 Depok berinisial LL berharap anak didiknya bisa menguasai soal ASPD. Sayangnya cara ini salah dan melanggar kode etik dan pakta integritas.

Keduanya terancam dijerat dengan aturan yang sama. Berupa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Penerapan sanksi menjadi wewenang Dinas Pendidikan Sleman.

“Kami tidak menutup-nutupi, yang salah ya diberikan sanksi sesuai kewenangannya. Kami rekomendasikan untuk dinonaktifkan sejak tanggal 7 April sampai maksimal 2 minggu,” tegasnya.

TPF, akan memberikan rekomendasi ujian ulangan. Khususnya kepada para siswa kelas 9C SMPN 4 Depok. Tentunya dengan paket soal yang baru.

“Karena sifatnya lokal jadi tidak semua mengulang. Indikasi bocornya naskah soal juga lokal tidak menyeluruh Jogjakarta,” katanya.(dwi/sky)

Sleman