RADAR JOGJA – Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta melaksanakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK), Senin (12/4). Seluruh peserta yang mengikuti ujian, wajib tes kesehatan melalui swab antigen, GeNose maupun polymerase chain reaction (PCR) yang berlaku selama tiga hari.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan (PPK) UGM Prof Djagal Wiseso Marseno mengatakan, ada 11.716 peserta yang mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Mereka terdiri dari peserta ujian saintek 5.796 orang, peserta ujian sosial hukum (soshum) ada 5.481 dan 439 peserta ujian campuran.

Pelaksanaan ujian ini dilakukan dengan prokes yang ketat. Peserta harus mengikuti tes di faskes yang sudah ditentukan. Yaitu, RSUP Sardjito, RS Bethesda dan RS JIH. Khusus pelayanan geNose dilakukan juga dapat dilakukan di RS UII dan RS UAD.

Surat hasil negatif atau non reaktif itulah yang menjadi salah satu syarat mengikuti ujian. “Panitia telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 UGM terkait protokol kesehatan,” ungkap Djagal, Senin (12/4).

Dijelaskan pelaksanaan UTBK ini dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 12-18 April dan gelombang kedua pada 26 April- 2 Mei mendatang. “Pengumuman hasilnya pada 14 Juni 2021,” sambungnya.
Pelaksanaan UTBK dilaksanakan di 13 lokasi atau sebanyak 52 ruangan. Pelaksanaan ujian, setiap harinya akan dibagi dalam dua sif. Yang pertama, dilaksanakan pukul 06.45 sampai 10.30 dan sif kedua dilakukan pada pukul 13.00-16.35.

Nah, khusus untuk Ujian campuran, diselenggarakan pukul 06.45 sampai 12.00. “Secara khusus untuk hari Jumat tidak ada ujian campuran dan shif dua bergeser pukul 13.45 hingga 17.20,” sebutnya.

Sekali sif diikuti maksimal 870 peserta yang terbagi dalam ruangan tersebut. Adapun persyaratan lainnya, kartu peserta ujian sesuai ketentuan, lalu mengenakan masker medis, membawa hand sanitizer dan membawa kartu identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar).

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sleman mengimbau, semua kegiatan masyarakat, sosial maupun pelaksanaan ujian pada perguruan tinggi hendaknya dilaksanakan secara prokes yang ketat. Hal ini untuk mengantisipasi persebaran Covid-19.
“Mahasiswa yang hendak datang ke Sleman, harus menunjukkan hasil test swab antigen,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, belum lama ini. (mel/bah)

Sleman