RADAR JOGJA – Juru Bicara Tim Peneliti dan Pengembang GeNose C19 Mohammad Saifudin Hakim memastikan GeNose C19 tetap bisa digunakan selama bulan Ramadan. Hanya saja ada beberapa penyesuaian terkait metode. Khususnya bagi calon pemeriksa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Penggunaan GeNose C19 selama ramadan, berlangsung pada pagi dan sore hari. Tepatnya maksimal 6 jam setelah sahur dan 1 jam setelah berbuka puasa. Metode ini guna menghindari false positif atau positif palsu yang terbaca oleh GeNose C19.

“Selama bulan Ramadan tetap bisa digunakan bagi masyarakat yang aktivitas luar rumah. Tapi disarankan dilakukan di pagi hari dan disarankan berkumur terlebih tanpa ditelan, itu kalau pagi. Kalau sore ya 1 jam setelah berbuka puasa,” jelasnya ditemui di UGM Techno Park Kalasan Sleman, Senin (12/4).

Tim Pengembang GeNose C19 Dian kesuma Pramudya Nurputra memastikan ada alasan kuat penerapan metode tersebut. Apabila melebihi 6 jam setelah saur, lambung akan memproduksi asam. Kandungan asam lambung berlebih, lanjutnya, bisa mengacaukan pendeteksian dini oleh GeNose C19.

Walau begitu bukan berarti GeNose C19 tidak bisa digunakan 6 jam setelah sahur. Calon pemeriksa diwajibkan kumur-kumur terlebih dahulu. Selain itu juga bisa dengan siwak atau sikat gigi sebelum pemeriksaan hembus nafas.

“Ada kemungkinan peningkatan asam lambung itu bisa memgganggu pembacaan GeNose. Akan tetapi dari hasil mitigasi bisa dikurangi dengan berkumur sebelum pemeriksaan atau siwak,” katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor GeNose C19. Agar metode tersebut dikabarkan kepada pembeli alat ciptaan peneliti UGM Jogjakarta ini. Tujuannya agar tak muncul positif palsu selama deteksi dini Covid-19.

Disamping itu, Dian tetap mengingatkan agar para calon pemeriksa tetap puasa 30 menit sebelumnya. Terutama bagi yang tidak menjalankan puasa Ramadan. Selain itu juga menghindari makanan dengan aroma tajam beberapa jam sebelum pemeriksaan.

“Puasa 30 menit itu bukan berarti tidak boleh konsumsi apapun, tetap boleh minum air mineral. Lalu kalau merokok ya 1 jam sebelumnya puasa atau lebih bagus sehari sebelumnya,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman