RADAR JOGJA – Ada yang menarik di bumi Pulesari, Wonokerto, Turi, Sleman. Di balik pesona kebun salaknya, ada pula sungai yang asik untuk bermain ciblon. Tepatnya di Sungai Bedong, Desa Wisata Pulesari. Lokasinya tak jauh dari Kantor Sekretariatan Desa Wisata Pulesari. Di sisi timur Pendopo utama desa wisata.
Ya, sungai ini dikelilingi tebing kecil denga warna bebatuan yang indah. Berwarna coklat emas. Sungainya dangkal dan airnya tidak deras. Tempatnya teduh dan masih asri. “Sungai ini tidak memiliki hulu. Namun mengalir ke bawah sampai di selatan Kabupaten Sleman,” ungkap Siti Alfiah, 44, warga setempat, Jumat (9/4).
Uniknya, di sisi barat sungai itu ada dua gua. Yakni, Gua Canguk dan Gua Dampar. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu dalam, setinggi orang dewasa. Lalu di lokasi juga ada area outbond Desa Wisata Pulesari. Sungai ini sepanjang kurang lebih 800 meter. Ada dua sungai bedok yang mengapit padukuhan ini.

Dikatakan, keberadaan sungai itu menjadi berkah bagi warga sekitar. Sebab, tak sedikit pengunjung yang datang hanya bermain ciblon di sungai tersebut. Nah, di sisi utara terdapat air yang mengalir dari tebing atas. Menjadi sungai tampungan resapan air. Lalu mengalir ke bawah dan bertempur menjadi satu di bagian bawah.
“Jadi di sini alirannya tidak deras dan berbatu,” katanya. Tak hanya itu, di sungai bedog lainnya juga terdapat banyak gua yang jika ditotal sebanyak sembilan goa. Antara lain, gua wayang, leri, naga, uyen-uyen dan lain-lain. Konon, gua-gua ini memiliki nilai sejarah. Lebih asik bermain air di lokasi ini, dengan keluarga. Sembari menikmati paket wisata di Desa Wisata Pulesari ini. Meski, secara umum outbond belum diizinkan beroperasi.
Ketua Desa Wisata Pulesari Sarjana menambahkan, ada beragam outbond yang ada di lokasi sungai. Di antaranya, selain bermain air juga dapat menikmati sisir sungai, jembatan goyang, tangga air, titahan bambu dan tracking lainnya. Sembari menikmati salak pondoh. “Nanti, saat padusan biasanya ramai. Tapi kami batasi hanya warga lokal. Itu pun yang ingin mandi di sungai,” ujarnya. (mel/pra)

Sleman